Tribunners
Perhelatan DWG G20 dan Momentum Kebangkitan Pariwisata Babel
Kita tentunya tak mau perhelatan besar ini hanya menjadi ajang seremonial belaka tanpa meninggalkan jejak berarti.
Oleh: Irwanto - Pranata Humas Pemprov Babel
PERTEMUAN para menteri pembangunan dalam forum development working group (DWG) G20 di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan digelar pada 7-9 September 2022. Persiapan panjang pun telah dilakukan berbagai pihak, termasuk Bappenas dan Pemprov Babel.
Perhelatan yang berskala internasional ini tentu akan membuat Babel menjadi pusat perhatian dunia. Sebagai tuan rumah tentu multiplier effect digelarnya kegiatan ini harus dimanfaatkan secara optimal. Salah satunya guna menghidupkan sektor UMKM dan pariwisata.
Setelah booming novel dan film "Laskar Pelangi", ini adalah momentum kedua yang sangat strategis. Apalagi direncanakan para delegasi DWG G20 bakal mengunjungi objek wisata yang ada di Belitung, antara lain, gugusan pulau-pulau kecil di sekitar kawasan perairan Tanjung Kelayang seperti Pulau Lengkuas dan pulau lainnya yang indah memesona.
Harus diakui selama ini dari zaman penjajahan kolonial Belanda hingga era reformasi Babel identik dengan tambang timah. Sampai akhirnya muncul kesadaran untuk membangun Babel tanpa bersandar dan mengandalkan pada sektor tambang timah yang dianggap merusak lingkungan. Dengan demikian, muncul wacana dan upaya mewujudkan diversifikasi usaha rakyat nontambang.
Usaha itu antara lain adalah peningkatan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan, UMKM, industri, jasa/perdagangan, dan pariwisata. Khusus pariwisata, Babel telah memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang Belitung yang ditetapkan melalui PP Nomor 6 Tahun 2016. Bahkan peresmiannya dilakukan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Babel pada 14 Maret 2019 lalu.
Begitu prospektifnya pengembangan pariwisata ini ke depan nanti lantaran beragam keunggulan dan daya saing yang dimiliki Babel. Apalagi berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Babel sebelum masa pandemi Covid-19 minat wisatawan berkunjung ke Negeri Serumpun Sebalai cukup tinggi.
Jumlah kunjungan wisatawan ke Babel pada 2018 tercatat sebanyak 2.072.023 orang dengan rincian jumlah wisatawan nusantara 2.040.338 orang dan wisatawan mancanegara 31.685 orang. Adapun jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2018 berdasarkan data BPS sebanyak 15,81 juta kunjungan. Terakhir, berdasarkan data BPS, jumlah wisatawan mancanegara yang berwisata ke Babel pada Juli 2022 sebanyak 295 orang atau meningkat 18,47 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 249 orang (Bangka Pos edisi Senin/5/9/2022).
Tentu saja jumlah kunjungan wisata ke Babel bisa ditingkatkan. Bahkan Babel pernah disebut-sebut sebagai wisata alternatif selain Pulau Bali. Memang secara geografis Babel lebih strategis ketimbang Bali. Babel berada pada kawasan segitiga emas Singapura, Johor, dan Riau (Sijori). Juga tak begitu jauh dari Jakarta atau Pulau Jawa. Dengan demikian, Babel sangat logis bila menjadi kawasan wisata, alternatif kawasan bisnis, dan pelabuhan bebas karena Batam maupun Singapura kini sudah mulai "jenuh".
Tentu bukan pekerjaan gampang menyandingkan pembangunan sektor pertambangan dengan pariwisata. Namun, inilah fakta dan kondisi daerah Babel sebagai pulau timah sekaligus pulau surga wisata. Semua tentunya berpulang pada visi, komitmen, kerja keras, dan kepemimpinan pada level provinsi maupun kabupaten/kota.
Oleh sebab itu, momentum perhelatan DWG G20 ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan promosi wisata Babel hingga tingkat internasional. Para peserta atau delegasi yang datang dari mancanegara tentu akan bercerita dan mempromosikan bagaimana daya tarik Babel sebagai surga wisata baru di Indonesia. Belum lagi berbagai tulisan dan publikasi DWG G20 yang akan menarasikan dan menggambarkan pesona wisata Babel.
Soal ini pun sudah pernah dilontarkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Menurutnya, Babel berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan bagi wisatawan asing dari mancanegara (wisman). Babel kata Sandiaga memiliki alam yang indah dan kuliner yang enak. Tinggal bagaimana mengemas dan mempromosikannya.
Untuk keindahan alam misalnya, Babel memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang dan Pulau Lengkuas di Belitung. Belum lagi destinasi wisata lainnya yang cukup menarik dan sudah mendunia seperti 17 objek wisata geopark Belitung sebagai geopark dunia.
Di Pulau Bangka sendiri ada Pantai Parai Tenggiri, Pantai Tanjung Pesona, Pantai Rambak, Pantai Tongaci, dan Pantai Penyusuk dengan Pulau Putri. Di Bangka Tengah ada Taman Hutan Pelawan dan danau indah bekas lahan tambang yakni Danau Bukit Pading dan Danau Kaolin.
Kerajinan tangan atau suvenir pun Babel punya, antara lain, kerajinan pewter timah, kopiah resam, akar bahar, batu satam, kain cual, dan banyak lagi yang tak kalah menarik untuk dijadikan kenang-kenangan atau oleh-oleh bagi para pelancong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/2021118-irwanto-pranata-humas-pemprov-babel.jpg)