Kamis, 9 April 2026

Berita Pangkalpinang

Gerakan Cegah Stunting, Dinkes Pangkalpinang Gencarkan Semangat ABCDE

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang gelar acara gerakan pencegahan stunting yang diikuti oleh 600 orang

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Gerakan cegah stunting yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang, ditandai dengan pelepasan balon oleh Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) Rabu (24/5/2023) di halaman Puskesmas Girimaya Kota Pangkalpinang, 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Gerakan cegah stunting di Kota Pangkalpinang terus digaungkan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang gelar acara gerakan pencegahan stunting yang diikuti oleh 600 orang, dari pelajar SMP, SMA, hingga petugas kesehatan.

Acara dengan hastag cegah stunting itu penting dilaksanakan di halaman Puskesmas Girimaya Kota Pangkalpinang, Rabu (24/5/2023).

Baca juga: Molen Rombak Pejabat Kepala Dinas hingga Lurah di Pemkot Pangkalpinang,  Ini Daftarnya

Baca juga: Sempat Viral Hingga Nasional, Molen Minta Maaf Sudah Bikin Heboh di Pangkalpinang 

Gerakan pencegahan stunting itu diresmikan dengan tanda pelepasan balon oleh Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil  didampingi istri Monica Haprinda, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang Mie Go, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Masagus M. Hakim.

Maulan yang akrab disapa Molen menyebutkan, stunting memang penting dicegah sejak dini, bahkan sejak masih dalam kandungan. 

Molen berharap, angka stunting di Kota Pangkalpinang tahun 2023 bisa 0 atau zero stunting.

"Harapan kita dengan pencegahan seperti ini kita di Pangkalpinang ini akan zero stunting. Jadi sosialisasi yang dilakukan seperti hari ini sangat penting sekali, sampai yang menjadi pesertanya itu anak SMP, biar zero stunting di Pangkalpinang," jelas Molen kepada Bangkapos.com

Dia berharap, angka stunting di Pangkalpinang yang kini masih ada dapat dituntaskan dengan pemberian gizi seimbang yang cukup.

"Bisa pasti bisa kita zero stunting, makanya sosialisasi seperti ini sangat penting kita lakukan. Agar pencegahan tidak hanya dilakukan dengan yang sudah terjadi tapi jauh sebelumnya," ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Masagus M. Hakim menyebut, hingga kini angka stunting di Kota Pangkalpinang sebanyak 12,9 persen dari jumlah penduduk di Pangkalpinang.

"Angkanya 12,9 persen, dari 100 orang ada 13 orang yang stunting. Sebetulnya stunting ini tupoksinya bersama dengan DP3AKB dengan Dinas Kesehatan untuk terus menggerakkan gerakan pencegahan stunting sejak dini," kata Hakim.

Menurut Hakim, pihaknya menggencarkan sosialisasi pencegahan stunting dengan Aktif minum tablet tambah darah, Bumil teratur periksa kehamilan, cukupi konsumsi protein hewani, Datang ke Posyandu setiap bulan, Eksklusif ASI 6 bulan atau yang disebut ABCDE.

"Kami gencarkan sosialisasi ABCDE mulai dari anak SMP, SMA, petugas kesehatan, agar terus memperhatikan ABCDE tadi," ucapnya. 

Baca juga: Sempat Bungkam, Molen Kini Buka-bukaan Aset Harta Kekayaannya: Kos 52 Pintu, Ruko hingga Kebun Sawit

Baca juga: 21 Kandidat Komisioner Bawaslu Bangka Belitung Jalani Tahapan Tes Psikologi

Menurutnya, kasus stunting di Kota Pangkalpinang terbilang stunting yang sangat ringan bukan stunting berat.

"Kan ada macam-macam kategori stunting itu, kita di Pangkalpinang termasuk stunting yang ringan-ringan semuanya. Kalau stunting karena kurang gizi kita yakin masih dapat ditekan, tapi kalau karena faktor keturunan agak susah mungkin," kata Hakim. 

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved