Tribunners
Urgensi Peran PPIH dalam Menyukseskan Pelaksanaan Haji
Petugas haji pun memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung kelancaran ibadah haji
Oleh: Syamsul Bahri - Kepala MTs Al-Hidayah Toboali
RANGKAIAN pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 sudah dimulai. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ibadah yang merupakan rukun Islam kelima ini dibagi ke dalam dua gelombang keberangkatan. Menurut info dari Kementerian Agama RI, untuk tahun 2025 ini Indonesia mendapatkan 221.000 kuota, terdiri atas 203.320 anggota jemaah haji reguler dan 17.680 anggota jemaah haji khusus.
Dilansir dari laman Kemenag RI, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, menyampaikan, jemaah haji Indonesia 1446 Hijriah direncanakan sudah mulai masuk asrama haji pada 1 Mei 2025. Kemudian dilanjutkan dengan proses keberangkatan jemaah dari tanah air. Untuk gelombang I dimulai pada 2 Mei 2025, pemberangkatan gelombang I akan diakhiri pada 16 Mei 2025. Lalu dilanjutkan dengan pemberangkatan gelombang II pada 17 Mei 2025. Pemberangkatan gelombang II diakhiri pada 31 Mei 2025.
Tentunya, kita berharap pelaksanaan ibadah haji tahun ini akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Kita tentu masih ingat adanya permasalahan pelaksanaan haji tahun 2024 silam. Oleh karena itu, persiapan yang matang sangat diperlukan oleh pemerintah agar permasalahan yang pernah ada tidak terjadi lagi pada tahun ini.
Dikutip dari RM.id terlihat keseriusan pemerintah untuk melakukan perbaikan pelaksanaan haji tahun ini. Berbagai persiapan pun telah dilakukan. Salah satunya melakukan rangkaian kerja persiapan penyelenggaraan haji di Makkah dan Madinah. Kunjungan kerja di dua kota suci itu dilakukan oleh Wakil Ketua DPR RI beserta pimpinan Komisi VIII. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah melakukan pertemuan dengan 20 syarikah atau masyarik atau penyedia layanan haji di kantor KJRI Jeddah. Ketika kunjungan tersebut, Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, berharap tidak ada lagi kendala soal katering, transportasi, dan persoalan yang dialami jemaah haji Indonesia. (4/12/2024).
Selain persiapan oleh Komisi VIII tersebut, pihak Kementerian Agama juga sangat serius mempersiapkan pelaksanaan haji tahun 2025 ini. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah seleksi panitia penyelenggara ibadah haji atau PPIH tingkat daerah dan tingkat pusat.
Menurut Direktur Bina Haji pada Ditjen PHU Arsad Hidayat, ada dua formasi yang dibuka pada seleksi PPIH 1446 H tingkat daerah. Pertama, PPIH kloter (kelompok terbang), yaitu petugas yang menyertai jemaah calon haji dari keberangkatan ke tanah suci sampai pulang kembali ke tanah air. Formasi ini terdiri atas ketua kloter dan pembimbing ibadah kloter.
Kedua, PPIH Arab Saudi, yaitu petugas yang akan memberikan pelayanan kepada jemaah calon haji selama berada di tanah suci. Formasi ini terdiri atas petugas layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, bimbingan ibadah, dan siskohat. (Kompas.com)
Lebih lanjut Arsad menjelaskan, ada dua tahapan pelaksanaan seleksi PPIH tingkat daerah. Seleksi pertama berlangsung pada tingkat kabupaten/kota melalui penilaian administrasi dan CAT. Peserta yang lolos seleksi tingkat kabupaten/kota akan mengikuti tahap berikutnya di tingkat provinsi. Di tingkat provinsi peserta akan mengikuti CAT dan wawancara.
Kemudian untuk seleksi PPIH tingkat pusat dilakukan dalam bentuk computer assisted test (CAT) dan wawancara. Ada delapan formasi layanan yang dibuka, yaitu: 1) Layanan Akomodasi; 2) Layanan Konsumsi; 3) Layanan Transportasi; 4) Layanan Bimbingan Ibadah; 5) Layanan Pelindungan Jemaah; 6) Layanan PKPPJH (Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji); 7) Layanan Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas; dan 8) Layanan MCH (Media Center Haji).
PPIH atau petugas haji sendiri adalah individu yang diangkat oleh pemerintah atau lembaga terkait untuk membantu dan memfasilitasi jemaah haji selama mereka berada di tanah suci. Tugas mereka sangat beragam, mulai dari memberikan pelayanan administratif, medis, hingga memberikan panduan ibadah kepada jemaah. Petugas haji pun memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung kelancaran ibadah haji dan memastikan jemaah bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman dan tanpa hambatan.
Merujuk kepada proses seleksinya, kita tentu mempunyai secercah keyakinan bahwa PPIH ini adalah orang-orang pilihan dan siap menerima segala tantangan serta mampu menyukseskan pelaksanaan ibadah haji. Tantangan yang dihadapi tentu saja bagaimana melayani ratusan ribu calon haji yang beraneka ragam tingkahnya. Dengan demikian, sangat relevan sebuah ungkapan bahwa seorang PPIH harus membawa berkoper-koper kesabaran, karena jika terdapat permasalahan selama bertugas mereka harus menyelesaikannya dengan penuh kesabaran. Jadi, jelaslah betapa urgennya peran PPIH ini dalam rangka turut serta menyukseskan pelaksanaan ibadah haji tahun 2025.
Terkait pelayanan, Menteri Agama Nasaruddin Umar berpesan kepada seluruh PPIH agar bekerja dengan baik dan ikhlas. Pesan ini disampaikannya saat melepas PPIH Arab Saudi daerah kerja Makkah, di Asrama Haji Banten, Cipondoh, Tangerang, Rabu (7/5/2025). Lalu dalam acara Rapat Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji yang digelar secara hibrida. Nasaruddin Umar menekankan kembali peran dan fungsi petugas haji 2025 untuk fokus melayani seluruh calon jemaah haji selama di Arab Saudi. Beliau mengingat peran utama tersebut.
“Petugas haji jangan egois mementingkan ibadah personal dengan mengabaikan pelayanan jemaah haji. Petugas haji jangan egois, ketika sampai tanah suci sibuk dengan ibadah (personal) saja. Misalnya, berhasil baca Al-Qur'an lima juz dalam sehari. Petugas dikirim ke sana bukan untuk itu, tetapi untuk melayani jemaah," kata Nasarudin (25/4/2025).
Lalu dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, agar seluruh petugas haji harus memiliki perspektif untuk mendahulukan kepentingan jemaah. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan perjalanan haji yang aman, nyaman, serta mencapai kemabruran bagi jemaah sebab ibadahnya para petugas haji ialah melayani dan membantu jemaah haji.
"Jangan sampai saya mendengar kalau petugasnya sibuk mencari pahala dengan ibadah sendiri tetapi menelantarkan jemaah. Itu bukannya pahala didapat, tetapi malah dosa," jelas Menag.
Akhirnya mari kita doakan semoga jemaah calon haji dan para PPIH diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga dapat menjalankan tugas dan ibadah dengan baik dan khusyuk. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250313_Syamsul-Bahri.jpg)