Idul Adha 2025
Teks Khutbah Idul Adha 2025 Untuk Khatib, Singkat dan Mudah Dipahami, Bisa Dijadikan Referensi
Berikut teks khutbah ini dapat menjadi referensi bagi para khatib yang akan menyampaikan ceramah di masjid, lapangan, atau tempat terbuka lainnya.
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Vigestha Repit Dwi Yarda
BANGKAPOS.COM -- Hari Raya Idul Adha 2025 akan diperingati pada Jumat, 6 Juni 2025.
Momen suci ini menjadi salah satu hari besar umat Islam yang sarat akan nilai spiritual, keteladanan, dan keikhlasan.
Sebagai bagian dari pelaksanaan shalat Idul Adha, khutbah menjadi salah satu rukun penting.
Penceramah biasanya menyampaikan pesan-pesan keislaman yang relevan dengan makna pengorbanan, ketaatan, dan keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
Teks khutbah ini dapat menjadi referensi bagi para khatib yang akan menyampaikan ceramah di masjid, lapangan, atau tempat terbuka lainnya.
Isinya mengajak umat Islam untuk merenungi kembali esensi Idul Adha, bukan sekadar menyembelih hewan kurban, melainkan juga menyembelih ego, keinginan duniawi, dan memperkuat keimanan.
Berikut teks khutbah Idul Adha 2025 yang bisa dijadikan referensi:
Khotbah 1
Ma’asyiral muslimin wal muslimat, jemaah salat Iduladha rahimakumullah,
Pada hari yang penuh berkah ini, kita berkumpul dengan hati yang penuh suka cita untuk merayakan Hari Raya Iduladha. Ied yang dalam Bahasa Arab artinya waktu atau tempat untuk berkumpul berbahagia dan adha artinya pengorbanan atau kurban, hari dimana orang-orang berkumpul berbahagia dalam rangka berkurban dan berbagi kebahagiaan.
Perayaan Iduladha yang memiliki makna yang dalam. Pada hari yang mulia ini, kita mengenang pengorbanan luar biasa yang ditunjukkan oleh Siti Hajar demi menemukan sumber kehidupan. Pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. dan putranya yang tercinta, Nabi Ismail a.s. Kisah ini mempersembahkan pelajaran berharga tentang iman yang teguh, pengorbanan, dan penyerahan diri kepada kehendak Allah.
Ma’asyiral muslimin wal muslimat, jemaah salat Iduladha rahimakumullah,
Inilah sepenggal kisah seorang pejuang perempuan yang hidup ribuan tahun silam. Beliau tidak lain adalah Siti Hajar. Ia harus rela berlari-lari antara Safa dan Marwah demi menemukan sumber kehidupan yakni mata air. Meski akhirnya Allah pun menjawab perjuangan Siti Hajar dengan ditemukannya sumur zamzam.
Sebagai wujud penghargaan hingga kini momentum tersebut terus diamalkan dalam ritual ibadah haji jutaan manusia dengan melakukan sai. Air zamzam pun tetap menjadi saksi bisu yang terus memancarkan air berlimpah.
Karena ketegaran dan keikhlasan sosok Siti Hajar lah, Ismail tumbuh menjadi anak yang saleh dan penuh keikhlasan. Puncaknya dengan begitu mantap Ismail rela disembelih sang ayah demi wujud ketundukannya pada Sang Khalik. Betapa ia lebih mementingkan kepentingan Allah Swt daripada kepentingan dirinya. Rasulullah saw pernah ditanya oleh sahabat, “Wahai Rasul, jihad apa yang paling besar?” Rasul menjawab, “Jihad melawan hawa nafsu”. (H.R. Muttafaq Alaih). Inilah momentum yang kemudian diperingati setiap tahunnya dengan Iduladha.
| Apa itu Hari Tasyrik Setelah Idul Adha 2025, Kenapa Dilarang Puasa Bagi yang Tidak Berhaji? |
|
|---|
| Apakah Boleh Daging Kurban Idul Adha Dibagikan ke Orang Non Muslim, Ini Kata UAH dan Buya Yahya |
|
|---|
| Kata-kata Menyentuh Hati yang Berisi Doa Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2025 |
|
|---|
| Kumpulan Doa Menyembelih Hewan Kurban, Lengkap dengan Tata Caranya |
|
|---|
| Kumpulan Link Twibbon Idul Adha 2025 Bagikan ke Semua Medsosmu, Tinggal Klik Lalu Simpan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Shalat-Idul-Adha.jpg)