Berita Pangkalpinang
Jumlah Investor Pasar Modal di Babel Tembus 70 Ribu, BEI Gencarkan Edukasi Keuangan
sebaran investor di Bangka Belitung juga terpantau cukup merata. Kota Pangkalpinang menjadi wilayah dengan jumlah investor terbanyak, disusul ...
Penulis: Sela Agustika | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bursa Efek Indonesia (BEI) Bangka Belitung mencatat pertumbuhan signifikan jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hingga pertengahan Agustus 2025, total investor telah menembus angka 70.000 orang.
Kepala BEI Bangka Belitung, Fahmi Al Kahfi, menyampaikan bahwa peningkatan minat masyarakat terhadap investasi mencerminkan geliat positif perekonomian nasional, seiring dengan rekor kapitalisasi pasar saham Indonesia yang mencapai Rp 14.315 triliun pada 14 Agustus 2025.
“Dengan pencapaian ini, pasar modal Indonesia kini berada di peringkat ke-17 dunia dalam kapitalisasi pasar dan peringkat ke-2 di ASEAN berdasarkan jumlah perusahaan tercatat,” ungkap Fahmi kepada Bangkapos.com, Rabu (20/8/2025).
Selain saham, Fahmi menyebutkan, produk investasi derivatif semakin diminati oleh masyarakat. Pada 14 Agustus 2025, volume transaksi derivatif tercatat sebanyak 9.214 kontrak, meningkat drastis sebesar 404 persen dibandingkan akhir 2024.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai lebih terbuka dengan berbagai instrumen investasi yang tersedia, tidak hanya saham,” kata Fahmi.
Dia menyebut, sebaran investor di Bangka Belitung juga terpantau cukup merata. Kota Pangkalpinang menjadi wilayah dengan jumlah investor terbanyak, disusul oleh Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, dan Bangka Barat.
Guna mendukung pertumbuhan ini, BEI Bangka Belitung terus menggencarkan program edukasi dan literasi keuangan di berbagai daerah. Strategi yang ditempuh meliputi kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga komunitas lokal.
“Tahun ini kami menargetkan bisa menjangkau seluruh Pemda dan universitas di Babel untuk menghadirkan Galeri Investasi, agar akses edukasi pasar modal semakin luas dan inklusif,” terang Fahmi.
Meski tren investasi menunjukkan arah positif, Fahmi tetap mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih instrumen investasi.
“Pastikan investasi yang dipilih legal dan sesuai dengan profil risiko masing-masing. Jangan tergiur imbal hasil tinggi tanpa memahami risikonya. Edukasi dan informasi yang benar adalah kunci agar masyarakat bisa berinvestasi dengan aman dan berkelanjutan,” tegasnya.
BEI Bangka Belitung optimistis, dengan peningkatan literasi dan akses yang merata, jumlah investor di daerah ini akan terus bertumbuh dan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan pasar modal nasional. (Bangkapos.com/Sela Agustika)
| Tim Gabungan Lakukan Penertiban Tambang Ilegal di Tahura Bukit Menumbing |
|
|---|
| 107.431 Hektare Hutan di Bangka Belitung Dalam Kondisi Kritis |
|
|---|
| Penasehat Hukum Doddy Fitri Diansyah Nilai Dakwaan JPU Kejari Bangka Tidak Cermat |
|
|---|
| Kapolda Babel Pimpin Rakor Linsek, 2.000 Personel Diterjunkan Amankan Nataru |
|
|---|
| Kejati dan Pemprov Babel Sepakati Pidana Kerja Sosial, Solusi Atasi Overkapasitas Lapas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250111_Fahmi-Al-Kahfi-02.jpg)