Sabtu, 25 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Hari Ini 24 Oktober, Antam Lenyap, UBS dan Galeri24 Stagnan

Emas merek UBS dan Galeri24 pada Jumat pagi ini 24 Oktober 2025 stagnan atau sama seperti hari sebelumnya.

Editor: Fitriadi
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
EMAS ANTAM - Seorang konsumen memperlihatkan emas batangan atau logam mulia yang baru dibelinya di Butik Emas, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Rabu (8/1/2020). Berbeda dengan emas merek UBS dan Galeri24 yang pagi ini Jumat (24/10/2025) tetap nangkring di laman Pegadaian. Hanya saja, harganya masih tetap sama dengan harga hari sebelumnya. 

Pada pekan depan, emas diprediksi akan kembali menguat dengan support 4.118 dollar AS per troy ounce dan resistance di 4.372 dollar AS per troy ounce.

Ibrahim mengungkapkan, koreksi harga emas pekan lalu dipengaruhi oleh aksi taking profit menyusul kabar yang beredar bahwa Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengadakan pertemuan puncak untuk membahas konflik Rusia-Ukraina.

Rencananya, pertemuan tersebut akan berlangsung di Hungaria. 

Namun demikian, sejumlah pengamat dinilai menunjukkan sikap apatis atau mengesampingkan hasil dari pertemuan tersebut. Pasalnya, gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina dirasa sulit tercapai.

Ibrahim menerangkan, pertemuan mendatang adalah yang ketiga kalinya digelar untuk membicarakan gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia.

"Ukraina mengatakan Rusia harus mengembalikan wilayah yang sudah dikuasai Rusia. Ini yang dalam tanda kutip paling susah akan dilakukan oleh Rusia," terang dia.

Sentimen tersebut secara tidak langsung mendorong harga emas naik.

Sikap apatis pelaku pasar membuat adanya aksi ambil untung atau profit taking di komoditas emas.

Dari kawasan Asia, sentimen pergerakan harga emas dipengaruhi oleh adanya beda pendapat antara Perdana Menteri Jepang dan Bank Sentral Jepang terkait kebijakan suku bunga.

"Ada dua ketimpangan antara Perdana Menteri dan Bank of Japan yang membuat mata uang yen terhadap dollar AS mengalami penguatan dan berdampak pada harga emas dunia yang menurun," terang dia.

Selain itu, adanya kasus kredit macet di perbankan AS juga turut mengambil peran pada penurunan harga emas pekan lalu.

Kredit macet yang juga melibatkan logam mulia dalam skema penipuan tersebut, menyeret harga emas untuk terus turun.

"Di situ ada penipuan untuk logam mulia. Ini yang membuat harga emas dunia sempat terkoreksi," ujar dia.

Namun begitu, Ibrahim meyakini harga emas ke depannya akan kembali menguat.

Salah satu faktornya adalah libur pemerintahan federal AS yang memasuki hari ke-18.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved