Kamis, 16 April 2026

Rekaman Proses Pencernaan Mie Instan dalam Perut Dibongkar Peneliti, Yakin Masih Mau Makan?

Para ilmuwan terus melakukan penelitian dan mencoba masuk ke dalam tubuh kita untuk melihat reaksi yang terjadi

bumbu mie instan 

BANGKAPOS.COM - Rekaman proses pencernaan mie instan dalam perut dibongkar peneliti. Yakin masih mau makan?

Mie instan dianggap sebagai makanan yang kurang sehat. Namun, rasanya yang enak dan cara memasaknya yang praktis membuat kita tidak bisa menghindari makanan yang satu ini.

Terlebih saat saldo rekening mulai menipis di akhir bulan, mie instan menjadi satu-satunya pilihan yang bisa diandalkan.

Di balik harganya yang murah, enak dan praktis, ramen instan rupanya bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan serius.

Baca juga: Warung Mie Rebus Toping Daging Manusia Terungkap, yang Memakannya Akan Alami Penyakit Ini

Baca juga: Suami Merantau Kerja, Siasat Istri Samarkan Selingkuhan Pakai Rok Lalu Dibawa ke Rumah Terbongkar

Untuk membuktikannya, para ilmuwan terus melakukan penelitian dan mencoba masuk ke dalam tubuh kita untuk melihat reaksi yang terjadi.

Sebelumnya tidak ada yang tahu, apa yang terjadi pada tubuh seseorang ketika mereka mengonsumsi ramen.

Tapi, semua berubah ketika muncul temuan teknologi unik yang disebut 'pil pintar', sebuah kamera kecil berbentuk pil multivitamin.

Pil pintar yang masuk ke dalam tubuh manusia berhasil menangkap rekaman perut saat memproses mie instan.

Dalam rekaman tersebut, terlihat perut berjuang keras untuk menggilingnya.

Dalam 20 menit setelah dikonsumsi, mie instan yang masuk ke dalam perut belum berhasil dicerna.

Proses pencernaan mie instan
Proses pencernaan mie instan (Boredomtherapy)

Para peneliti menemukan, mie instan mengandung aditif dan pengawet buatan berbahaya.

Di antara zat kimia berbahaya yang terkandung di dalamnya adalah butylhydroquinone, atau dikenal sebagai TBHQ.

Aditif ibi berguna untuk memperpanjang masa penyimpanan produk, yang ternyata juga ditemukan dalam kosmetik, pestisida dan berbagai pernis.

Baca juga: Ini Alasan Indonesia Tak Berani Sentuh Papua Nugini, Padahal Satu Daratan dengan Papua

Baca juga: Posting Naik Pesawat Tujuan Bali, Begini Cara Maria Vania Menghindari Covid-19 Saat Bekerja

Melansir dari Boredomtherapy.com, efek samping paling mengerikan dari TBHQ adalah merusak proses dalam sistem pencernaan.

Artinya, zat kimia ini bisa tinggal di dalam tubuh dalam waktu lama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved