Pantai Siantu Terselubung Keunikan Lava Bantal
Pantai Tanjung Tinggi, Tanjung Kelayang, dan Pulau Lengkuas menjadi objek wisata unggulan setelah booming film laskar pelangi.
Penulis: Disa Aryandi | Editor: edwardi
Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi
BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Negeri Laskar Pelangi memiliki pelbagai kekayaan sumber daya alam (SDA). Pesisir pantai menjadi unggulan utama, bagi daerah yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Budaya pertambangan timah, kini sedikit demi sedikit sudah mulai ditinggalkan.
Pantai Tanjung Tinggi, Tanjung Kelayang, dan Pulau Lengkuas menjadi objek wisata unggulan setelah booming film laskar pelangi. Namun dibalik tempat tujuan wisata tersebut, masih terdapat pelbagai pantai yang begitu unik berada diwilayah Utara Kabupaten Belitung.
Pantai itu sangat berbeda dibandingkan dengan pantai yang ada di negeri bertuah ini. Pada umumnya pantai di Kabupaten Belitung, dilengkapi dengan bebatuan granit sebagai pelengkap untuk beraktivitas. Kendati pantai yang disebut oleh masyarakat Siantu itu, memiliki geowisata yang sangat unik.
Apa keunikan pantai yang berada di Dusun Kelik, Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung itu?. Bebatuan yang ada dipantai yang memiliki panjang sekitar 5 kilo meter (km) itu, bukan dilengkapi dengan batu granit, melainkan bebatuan hasil eruksi gunung api.
Konon pantai itu disebut dengan Pantai Siantu, lantaran pada zaman terdahulu pantai ini dikenal sebagai tempat perkumpulan makhluk halus (hantu). Pantai yang masih belum terkelola itu, mulai berani dilewati oleh masyarakat kampung sekitar pada tahun 1930 an.
Seorang bernama Kik Ilap, pada tahun itu memberanikan diri untuk berkebun disalah satu Pulau yang berada persis didepan pantai Siantu. Seiring perkembangan zaman, maka masyarakat setempat mulai menginjakan kaki ke pesisir pantai itu, untuk keperluan menambatkan perahu.
"Dulunya memang banyak hantu, pulau itu yang disebut Pulau Siantu. Nah setelah Kik Ilap itu berkebun disitu, baru masyarakat mulai kesitu," ucap warga setempat bernama Mawi (80) kepada Posbelitung.com, Selasa (20/9/2016).
Bagaimana untuk menuju pantai Siantu ini?. Perihal itu tentunya tidak perlu dipusingkan, pasalnya sudah terdapat jalan setapak berada disebagian hutan kecil ini. Jarak tempuh untuk menuju lokasi pantai yang memiliki banyak pohon sejenis ketapang ini, mencapai 6 KM dari kampung terakhir atau jalan aspal.
Transportasi yang bisa digunakan untuk menuju lokasi tersebut, dengan menggunakan roda dua atau sepeda motor. Bukan tidak bisa menggunakan kendaraan roda empat, namun harus mobil four wheel drive (4 WD atau 4 X 4).
Selama diperjalanan menuju lokasi pantai ini, tentunya kendaraan diwajibkan melewati bantalan sungai. Namun tidak perlu ditakutkan, Sungai sengkelik itu sudah dilengkapi dengan jembatan yang kokoh dan bisa dilewati oleh kendaraan roda empat.
Apa saja yang bisa dinikmati dipantai Siantu ini?. Tentunya pasir yang ada disepanjang panti ini sangat berbeda dengan pantai di Kabupaten Belitung, identik dengan pasir putih. Jika dilihat dengan kasat mata, pantai Siantu memiliki tekstur berwarna merah muda atau pink.
Namun itu baru bisa terlihat, ketika matahari terus bersinar dan air laut mulai pasang, mengisi bagian pesisir pantai Siantu. Selain itu, hamparan bebatuan yang ada diseputaran pantai ini, jika dilihat secara terus menerus menujukkan warna hitam kehijauan, besar dan tekstur aphanitic.
Dibagian depan hamparan bebatuan itu, terdapat satu pulau kecil yang berjarak sekitar 2 Km dari pesisir pantai. Pulau itu disebut oleh masyarakat sekitar, pulau Siantu dan pernah dijadikan sebuah perkebunan oleh seorang warga setempat bernama Kik Ilap.
Bebatuan yang ada dipantai Siantu, telah diteliti oleh Penyelidik Bumi Utama, Badan Geologi, Oki Oktariadi. Batuan formasi Siantu (PCsp) itu, ternyata memiliki keunikan yaitu Lava Bantal Siantu.
Lava adalah penamaan umum bagi magma yang keluar mengalir ke permukaan. Sedangkan Lava (pillow lava) adalah lava yang berbentuk membundar - memanjang menyerupai bantal, sehingga disebut dengan Lava Bantal.