Minggu, 12 April 2026

Sebabkan Asma hingga Kematian, Ini 5 Bahaya Tertawa Berlebihan

Dilansir Healthline, Selasa (11/6/2019) bahaya tertawa berlebihan dapat menyebabkan kondisi yang dapat mengancam jiwa.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi tertawa 

BANGKAPOS.COM - Tertawa memang dapat meningkatkan suasana hati dan mood seseorang.

Hanya mendengar orang lain tertawa mungkin akan membuat Anda merasa lebih baik. Namun terkadang, tertawa terlalu keras atau berlebihan bisa berbahaya.

Seperti yang dialami seorang filsuf Yunani Chrysippus, yang menertawakan leluconnya sendiri, kemudian meninggal tak lama setelah itu.

Sebenarnya, tertawa itu sendiri tidak membunuh. Tetapi terdapat suatu kondisi yang dapat dipicu oleh kekuatan tertawa tersebut.

Lalu, mengapa tertawa berlebihan dapat membunuh dan apa saja akibatnya?

Dilansir Healthline, Selasa (11/6/2019) bahaya tertawa berlebihan dapat menyebabkan kondisi yang dapat mengancam jiwa, di antaranya sebagai berikut.

1. Aneurisma otak pecah
Aneurisma otak adalah tonjolan yang terbentuk di pembuluh darah (arteri) di otak.

Beberapa aneurisma tidak terdiagnosis, namun tonjolan tersebut bisa pecah dan menyebabkan pendarahan di otak.

Tertawa berlebihan bahaya pada otak, dapat membuat aneurisma pecah yang dapat dengan cepat menyebabkan kerusakan otak, serta menyebabkan peningkatan tekanan di rongga tengkorak.

Tekanan yang meningkat ini dapat mengganggu suplai oksigen ke otak, terkadang mengakibatkan koma atau kematian.

2. Serangan asma
Mengalami emosi yang berbeda dapat memicu gejala asma. Ini termasuk menangis, stres, kegembiraan sampai tertawa. Beberapa orang hanya mengalami gejala asma ringan.

Namun di sisi lain, tertawa keras dan berlebihan dapat memicu serangan asma yang parah, sehingga mengalami kesulitan bernapas.

Tanpa pengobatan asma sesegera mungkin, serangan asma yang disebabkan oleh tawa dapat mengancam jiwa dan menyebabkan gagal napas atau serangan jantung.

3. Kejang gelastik
Bahaya tertawa berlebihan dan terlalu keras, dapat memicu kejang gelastik.

Kejang gelastik biasanya dimulai di hipotalamus. Kejang ini unik karena sering dikaitkan dengan tawa atau cekikikan yang tidak terkendali saat bangun atau tidur.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved