Tribunners

Upaya Pendidik dalam Mengembangkan Potensi Peserta Didik

Pendidik harus mengidentifikasi dan memahami potensi yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik.

Editor: suhendri
Dokumentasi Rudiyanto
Rudiyanto, S.Pd., Gr - Guru Pendidikan Agama Islam SDN 9 Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan 

Oleh: Rudiyanto, S.Pd., Gr - Guru Pendidikan Agama Islam SDN 9 Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan
 
TIAP-tiap peserta didik dalam satuan pendidikan memiliki potensi yang berbeda-beda. Bermacam-macam potensi tersebut misalnya peserta didik yang cenderung memiliki hobi dan kemampuan dalam bidang olahraga, keagamaan, sains dan lain-lain. Hal lain terkait potensi peserta didik juga dapat terlihat dari gaya belajarnya, misalnya gaya belajar peserta didik yang visual, auditori maupun visual. 

Indikator-indikator yang menunjukkan potensi peserta didik harus dipahami oleh tiap-tiap pendidik sehingga pendidik tersebut dapat membantu dan memfasilitasi peserta didik dalam mengembangkan potensi yang ada dalam diri peserta didik hingga meraih kesuksesan. 

Masalah-masalah yang kemudian muncul di lapangan adalah kompetensi pendidik belum sepenuhnya memadai untuk memahami potensi yang dimiliki oleh tiap-tiap pendidik. Dengan demikian, banyak peserta didik yang mengalami masalah dalam proses mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. 

Bahkan beberapa peserta didik harus kehilangan dan meninggalkan potensi yang dimilikinya akibat dari ketidakpahaman pendidik dan orang tua dalam mengidentifikasi potensi-potensi yang ada dalam diri peserta didik. 

Permasalahan-permasalahan tersebut dapat diatasi dengan berbagai upaya-upaya. Beberapa upaya pendidik dalam mengembangkan potensi peserta didik adalah sebagai berikut:

● Kenali potensi yang dimiliki oleh tiap-tiap peserta didik

Dalam upaya untuk mengembangkan potensi dalam diri peserta didik, pendidik harus mengidentifikasi dan memahami potensi yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik. Pendidik dapat melakukan tes kemampuan akademik (TKA) maupun tes kemampuan nonakademik (TKNA), tes bakat minat, pengamatan dan upaya lainnya. Berdasarkan hasil tes atau pengamatan tersebut, pendidik dapat menyesuaikan proses proses pembelajaran sesuai dengan potensi tiap-tiap peserta didik tersebut.

● Tanamkan pendidikan karakter dalam diri peserta didik

Kemampuan kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik (keterampilan) harus dilengkapi dengan kemampuan afektif (sikap/karakter). Karakter atau sikap merupakan hal utama dalam menunjang keberhasilan peserta didik. Secerdas apa pun peserta didik jika tidak memiliki sikap dan karakter yang baik adalah sia-sia. 

Oleh karena itu, pendidik harus senantiasa menanamkan pendidikan karakter pada peserta didiknya. Hal itu dapat dilakukan melalui penerapan budaya disiplin positif dan lain sebagainya.

● Matangkan psikologis peserta didik

Banyak peserta didik yang memiliki kecerdasan, akan tetapi masih labil dan belum dapat menyelesaikan masalah dengan baik dan benar. Dengan demikian, peserta didik tersebut akan mengalami masalah sosial ke depannya. Pendidik dapat melatih psikologis peserta didik dengan menanamkan sikap dewasa kepada peserta didik seperti mencontohkan sikap legawa, sabar ketika menerima musibah dan kesulitan, syukur ketika menerima kebahagiaan dan lain sebagainya.

● Tanamkan jiwa konsistensi dalam diri peserta didik

Peserta didik yang memiliki kecerdasan dan karakter yang baik tidak akan berhasil jika tidak ada jiwa konsisten dalam dirinya. Oleh karena itu, pendidik dapat menanamkan jiwa konsisten dalam diri peserta didik dengan cara membiasakan sikap tanggung jawab, disiplin, dan lain sebagainya.

● Koneksi dan kolaborasi

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved