Selasa, 19 Mei 2026

Berita Belitung

Seorang CPNS Diduga Jadi Korban Kekerasan di Lapas Tanjungpandan Belitung

Diduga korban mengalami kekerasan seperti dicekik, ditampar hingga push up beberapa waktu lalu

Tayang:
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Babel, Kasbiransyah menjenguk CPNS Lapas Tanjungpandan di RSUD Marsidi Judono yang diduga menjadi korban kekerasan, Jumat (19/9/2025) 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Seorang CPNS diduga menjadi korban kekerasan di Lapas Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kasbiransyah mengunjungi CPNS tersebut di RSUD Marsidi Judono, Jumat (19/9/2025). 

Kedatangan politisi PBB itu untuk mengklarifikasi informasi penganiayaan sekaligus membawa pesan dari Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra. 

Diduga korban mengalami kekerasan seperti dicekik, ditampar hingga push up beberapa waktu lalu. 

Saat ini korban masih menjalani perawatan di RSUD akibat cidera di tangan kanannya. 

"Jadi untuk kepastiannya, kami belum bisa memastikan. Karena arahan dari Pak Menko, segera dilakukan visum," ujar Kasbiran kepada Posbelitung.co

Ia menjelaskan, hasil visum dokter nantinya akan menggambarkan cidera yang dialami korban akibat kekerasan atau bukan. 

Kemudian, dirinya juga masih menunggu arahan dari Menko Yusril setelah hasil visum keluar. 

Kasbiran menuturkan, dirinya sempat mendapat informasi terjadi kekerasan terhadap seorang CPNS di dalam Lapas Tanjungpandan

Kejadian tersebut diduga terjadi saat korban berjalan dan berpapasan dengan Kalapas.

Pada saat itu, korban disinyalir tidak memberi hormat. 

"Jadi terjadilah komunikasi dan oknum ini naik darah, kemudian mencekik dan menampar. Kemudian dilakukan hukuman fisik push up yang diduga membuat korban ini cidera pada tangan kanan," ungkap Kasbiran. 

Ia menilai, jika perbuatan tersebut terbukti benar, maka akan ditindaklanjuti serius karena menyangkut tindak pidana. 

Selain itu, dirinya juga masih menunggu arahan lebih lanjut dari Menko Yusril sembari menunggu hasil visum keluar.

"Saya selaku anggota DPRD Babel punya kewajiban untuk memantau dan mengawal kasus ini. Jangan sampai ada warga di Babel ini yang hak-haknya dirampas," kata Kasbiran.

Sementara Kalapas Kelas IIB Tanjungpandan Royhan Al Faisal belum memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut. 

Tapi, media ini sudah berupaya meminta klarifikasi dengan mencoba menghubungi via telpon dan pesan singkat pada pukul 14.27 WIB.

(Posbelitung.co/Dede Suhendar) 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved