Berita Bangka Selatan
Penjual Parfum Tewas Kecelakaan, Mobilnya Terlempar Keluar dari Badan Jalan
Korban mengendarai mobil minibus merek Suzuki APV dengan nomor polisi BN 1392 QY melaju dengan kecepatan tinggi menuju Dusun Serdang
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pengendara mobil Suzuki APV dengan nomor polisi BN 1392 QY, bernama Prensi (25) warga Desa Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan meninggal dunia kecelakaan di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Jumat (19/9/2025).
Kapolsek Simpang Rimba, Iptu Mardian Syafrizal menerangkan kecelakaan bermula sekitar pukul 12.10 Wib. Kala itu korban mengendarai mobil minibus merek Suzuki APV dengan nomor polisi BN 1392 QY melaju dengan kecepatan tinggi menuju Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba.
“Korban ini diketahui hendak menuju Dusun Serdang untuk berjualan parfum,” kata dia kepada Bangkapos.com, Minggu (21/9/2025).
Nahasnya ketika kendaraan tersebut dipacu dengan kecepatan tinggi ban mobil korban mulai kehilangan traksi atau daya cengkram.
Akibatnya, mobil korban kehilangan kendali saat berada di Jalan Dusun Serdang. Setelah itu mobil korban terperosok masuk ke dalam perkebunan dengan ketinggian satu hingga dua meter dari bahu jalan.
Sejumlah warga yang melintas dan melihat kejadian itu langsung berbondong-bondong memberikan pertolongan. Korban langsung dibawa ke Puskesmas setempat guna mendapatkan perawatan luka yang dialami.
Sementara kendaraan korban ringsek pada bagian depan terutama pada bagian kaca depan dan atap. Diduga mobil tersebut sempat terbalik ketika kecelakaan terjadi.
“Jadi korban bersama kendaraan yang kemudian ini terhempas ke kiri jalan. Menyebabkan korban mengalami luka parah,” jelas Mardian Syafrizal.
Usai kecelakaan tunggal korban mengalami sejumlah luka pada sekujur tubuhnya. Luka paling parah berada di kepala sebelah kiri dan mengalami patah tulang pada bagian dada sebelah kiri serta tulang punggung.
Saat itu korban masih bisa diajak berkomunikasi dan menjelaskan kronologi kecelakaan yang dialami.
Beberapa jam menjalani perawatan kondisi korban justru kian memburuk. Sampai akhirnya setelah selama hampir satu jam menjalani perawatan secara intensif korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 14.15 Wib.
“Korban sempat menjalani perawatan medis selama satu jam,” ucapnya.
Adanya peristiwa ini Mardian Syafrizal mengimbau masyarakat untuk selalu senantiasa berhati-hati ketika berkendara.
Khususnya bagi pengemudi yang belum paham dengan kondisi jalan di wilayah hukum Polsek Simpang Rimba.
Kontur jalan perbukitan dan berliku serta dalam kondisi sepi kerap membuat pengemudi lalai sehingga memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu hati-hati dan waspada ketika berkendara,” pungkas Kapolsek. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| Puluhan Truk Sawit Antre hingga 12 Jam di Pabrik, Pengepul Terpaksa Hentikan Pembelian Buah Petani |
|
|---|
| PT BSSP Jelaskan Alasan Membatasi Kuota Pembelian TBS Petani di Kecamatan Simpang Rimba |
|
|---|
| Hutan Berubah Jadi Kebun Sawit, Pengrajin Perahu di Desa Bangka Kota Kesulitan Bahan Baku Kayu |
|
|---|
| APDESI Bangka Selatan Upayakan Buah Sawit Petani di Kawasan Hutan Tetap Diterima Pabrik |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan akan Datangi Pabrik Sawit di Bangka Kota yang Membatasi Pembelian TBS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Mobil-APV-Kecelakaan-di-Serdang.jpg)