Minggu, 3 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Dinas Pangan dan Pertanian Pangkalpinang Ungkap Penyebab Makan Bergizi Gratis Berbau di TK Pertiwi

Penyebab munculnya bau pada menu MBG ternyata bukan berasal dari bahan pangan, melainkan pada tahap penyimpanan makanan usai dimasak

Tayang: | Diperbarui:
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamansari tengah menata kotak makan bergizi gratis (MBG) ke dalam rak penyimpanan mobil distribusi sebelum disalurkan ke sekolah-sekolah di Kota Pangkalpinang, Selasa (23/9/2025). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Pangan dan Pertanian bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang memeriksa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamansari, Dapur Pondok Cabik setelah TK Pertiwi menerima menu makan bergizi gratis (MBG) dalam kondisi berbau, Senin (22/9/2025) kemarin.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan, penyebab munculnya bau pada menu MBG ternyata bukan berasal dari bahan pangan, melainkan pada tahap penyimpanan makanan usai dimasak.

"Jadi setelah dimasak, makanan masih dalam kondisi panas langsung ditutup karena mengejar proses pengantaran. Akibatnya, saat dibuka di sekolah, muncul bau pengap. Itu yang membuat lauk ayam kemarin terasa kurang baik," jelasnya, Selasa (23/9/2025).

Samri menambahkan, pihaknya langsung memberikan pengarahan di lokasi dapur, terutama terkait standar penanganan, penyimpanan dan distribusi makanan. 

Menurutnya, sistem distribusi juga akan diperbaiki setelah peristiwa ini.

"Dinas Kesehatan juga akan memberikan pelatihan lebih lanjut terkait tata cara penanganan makanan yang benar. Apalagi jumlah paket MBG ini ribuan, tentu perlu perhatian ekstra. Kalau makanan panas ditutup terlalu lama, rasanya bisa berubah. Itu jadi pembelajaran bagi kita semua," ucapnya.

Lebih lanjut, Samri menegaskan, tugas Dinas Pangan dan Pertanian bukan hanya memeriksa bahan pangan segar sebelum dimasak, melainkan juga memastikan tempat penyimpanan dan pemisahan bahan pangan kering maupun basah sesuai standar.

"Harapan kita, kejadian seperti kemarin tidak terulang lagi. Ini jadi pengalaman berharga agar penanganan MBG lebih serius, sehingga makanan yang disalurkan benar-benar aman, sehat, dan berkualitas untuk anak-anak," tegasnya.

Sekolah Menginstruksikan Tidak Makan Ayam yang Berbau

Sebelumnya, paket makan bergizi gratis (MBG) yang diterima oleh siswa Taman Kanak-kanak (TK) Pertiwi di Kota Pangkalpinang sebagian sudah berbau.

Kepala TK Pertiwi, Warsih mengaku paket menu MBG yang diterima sudah berbau dan tidak layak konsumsi.

Ia menjelaskan dari 170 paket MBG yang diterima, sebagian lauk berupa ayam sudah mengeluarkan bau yang tidak sedap.

"Memang benar ada sebagian ayam yang berbau, tapi tidak semua menu. Begitu kami tahu, langsung saya instruksikan agar anak-anak tidak memakannya. Sedangkan susu, nasi, tahu, dan lauk lainnya masih bisa dikonsumsi," kata Warsih saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Senin (22/9/2025) malam.

MBG -- Para peserta didik TK Pertiwi Pangkalpinang, saat melaksanakan MBG di hari kedua, Selasa (23/9/2025).
MBG -- Para peserta didik TK Pertiwi Pangkalpinang, saat melaksanakan MBG di hari kedua, Selasa (23/9/2025). (Bangkapos.com/Adi Saputra)

Warsih menegaskan, tidak ada anak-anak yang sampai mengonsumsi ayam tersebut. Paket yang berbau juga tidak dikembalikan, karena sebagian sudah teracak atau disentuh anak-anak.

"Yang kami kembalikan hanya paket yang memang sudah dibuka dan tidak habis. Untuk ayam yang berbau langsung kami pisahkan, anak-anak tidak makan," jelasnya.

Ia menduga makanan yang mengeluarkan bau tak sedap lagi ini kemungkinan karena makanan terlalu lama berada di dalam wadah tertutup.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved