Rabu, 20 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

Pemkab Bangka Selatan Genjot Produksi Padi dan Siagakan 15 Kelompok Dukung Program MBG

Secara perhitungan produksi padi di Kabupaten Bangka Selatan telah mampu memenuhi 90 persen kebutuhan pangan lokal program MBG

Tayang:
 (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Luhung Amin Firdaus. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan ketersediaan bahan pokok di daerah itu mencukupi untuk mendukung program makan bergizi gratis alias MBG.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah turut menyiagakan kelompok pekarangan pangan bergizi dalam mendongkrak produksi cabai hingga sayur-mayur. Dengan begitu petani lokal bisa terdampak dari sisi ekonomi untuk penerapan program MBG.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Luhung Amin Firdaus mengungkapkan pihaknya telah mematangkan jumlah kebutuhan bahan pokok dalam menyambut program MBG.

Sebab, jumlah kebutuhan bahan pokok untuk program MBG dinilai cukup banyak. Dalam sehari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG harus menyiapkan sebanyak 58.181 porsi makanan untuk penerima manfaat.

“Memang untuk MBG kebutuhan bahan pokok akan jauh lebih banyak,” kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (29/9/2025).

Menurutnya secara perhitungan produksi padi di Kabupaten Bangka Selatan telah mampu memenuhi 90 persen kebutuhan pangan lokal program MBG.

Guna mencukupi kebutuhan hingga 100 persen pemerintah daerah terus mengejar pada masa tanam III atau indeks pertanaman (IP) 300. IP merupakan cara untuk meningkatkan produksi padi tanpa memerlukan tambahan fasilitas irigasi dan pembukaan lahan baru. 

Sementara saat ini rata-rata areal persawahan, khususnya di sentra produksi terutama di Desa Rias dan Kecamatan Pulau Besar sudah mulai memasuki mulai pengolahan lahan untuk penanaman IP 300.

Karena semakin tinggi IP maka produksi padi petani akan semakin meningkat. Selain itu ada luasan tambah tanam sebesar 15 persen atau 1.800 hektare dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 1.600 hektare.

“Kedepan memang perlu peningkatan luas sejumlah sawah. Targetnya pada MT III bisa terpenuhi untuk program MBG maupun untuk kebutuhan pangan di Kabupaten Bangka Selatan,” jelas Luhung Amin Firdaus.

Di sisi lain guna memenuhi kebutuhan bahan pokok lain lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan telah menyiapkan 15 kelompok penerima program bantuan Pekarangan Pangan Bergizi.

Kelompok tersebut nantinya akan diinstruksikan agar dapat menanam berbagai jenis tanaman pangan seperti sayuran, rempah-rempah dan polong-polongan.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga dengan menyediakan gizi, vitamin, dan karbohidrat dari hasil budidaya pekarangan sendiri. 

Pekarangan pangan bergizi merupakan program nasional Kementerian Pertanian. Bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan gizi keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam berbagai tanaman pangan bergizi seperti sayur dan buah.

Program ini mendukung program prioritas Presiden terkait MBG dengan menyediakan bahan pangan bergizi dari pekarangan sendiri dan meningkatkan pendapatan keluarga. 

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved