Tribunners
Tabuhan Genderang Gerakan Gemar Membaca dari Hidayat Arsani
Genderang untuk gerakan gemar membaca telah ditabuhkan Hidayat Arsani, orang nomor satu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Oleh: Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali, Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Bangka Selatan
SUNGGUH menarik membaca berita di Bangkapos.com, Senin (29/9/2025), yang berjudul "Beri Contoh, Gubernur Hidayat Sumbang Belasan Buku ke Perpusprov Babel". Hidayat menyebut, langkah ini adalah wujud nyata mendukung Gerakan Gemar Membaca di Bangka Belitung.
“Saya berharap buku-buku ini dapat semakin memperkaya koleksi bahan bacaan, memperluas akses informasi, dan mendorong terwujudnya masyarakat Bangka Belitung yang cerdas, gemar membaca, serta memiliki daya saing tinggi di masa depan,” tuturnya sebagaimana dikutip dari Bangkapos.com.
Apresiasi patut kita berikan kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani untuk dukungannya terhadap gerakan membaca. Sebagai penulis dan Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kabupaten Bangka Selatan, penulis memberikan penghormatan yang tinggi kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung untuk langkah mencerdaskan kehidupan bangsa ini.
Barbara Tuchman (1912-1989) menyatakan buku adalah pengusung peradaban. Tanpa buku sejarah diam, sastra bungkam, sains lumpuh, pemikiran macet. Buku adalah mesin perubahan, jendela dunia, mercusuar yang dipancangkan di samudra waktu.
Para pendiri bangsa ini membangun konsep negara Republik Indonesia dengan gagasan. Entah itu gagasan tentang kemerdekaan, antipenjajahan, kemanusiaan dan sebagainya. Gagasan-gagasan itu lahir dari tradisi literasi yang baik. Apakah itu membaca dan menulis, bahkan berdiskusi.
Bung Hatta, sang proklamator, pernah berpesan, ”Aku rela dipenjara berulang kali asal ditemani buku, karena dengan buku aku merasa jadi manusia bebas.” Tak heran bila koleksi buku Bung Hatta puluhan ribu yang terdiri dari berbagai jenis buku. Bukan hanya buku politik, pemerintahan, psikologi, namun beragam jenis buku lainnya, termasuk buku tentang kesehatan.
Bung Hatta punya jadwal membaca yang baik dan disiplin membaca. Pernah suatu waktu, duta besar negara asing datang untuk bertemu Bung Hatta. Namun, dikarenakan sang duta besar negara asing itu datang terlambat dan jadwal sudah memasuki waktu membaca, Bung Hatta enggan untuk menemuinya. Keesokan harinya saat bertemu, sang duta besar meminta maaf kepada Bung Hatta.
Sejak kanak-kanak, Soekarno mulai terlihat sebagai seorang kutu buku. Hobi membacanya ini kian menjadi-jadi kala ia tinggal bersama keluarga H.O.S. Tjokroaminoto untuk menjalani masa sekolah menengah Hogere Burgerschool (HBS) di Surabaya. Tak heran bila putri Bung Karno, Rachmawati menyebut ayahnya kaya akan pengetahuan karena membaca.
Bung Karno adalah insan Indonesia pencinta buku. Segala macam buku, baik mengenai politik, sejarah, ekonomi maupun buku-buku tentang agama dan sosial lainnya, tidak luput dari intaian dan perhatiannya.
Bung Karno sering mengunjungi perpustakaan Perkumpulan Teosofi di Surabaya, yang dianggapnya sebagai "peti harta karun, yang tidak mengenal pembatasan seorang anak miskin”.
Soekarno menjejali otak dengan gagasan-gagasan akbar tokoh-tokoh Dunia Barat: Presiden Amerika Serikat seperti Thomas Jefferson, George Washington, Abraham Lincoln. Gagasan-gagasan dari ahli-ahli pikir Dunia Timur juga tak dia lewatkan. Soekarno mengagumi buah pikir Mahatma Gandhi, Jose Rizal, Sun Yat Sen, Must, dan lain-lain.
Perjumpaannya dengan Douwes Dekker dan Tjipto Mangunkusumo di Bandung menyeret Soekarno ke dalam dunia politik. Pascalulus tahun 1926, Soekarno kian serius berpolitik, namun ia tetap tulen melahap buku.
Ketika pada tahun 1930-an pergerakan kebangsaan Indonesia diberangus dan Soekarno diasingkan oleh Belanda ke Pulau Ende dan Bengkulu, buku-bukulah yang membuat dirinya tetap waras, selain sanak keluarga yang ikut bersamanya.
Demikian pula para negarawan bangsa lainnya seperti Adam Malik, Syahril, BJ Habibie , Gus Dur, dan para tokoh bangsa lainnya menjadikan buku sebagai bagian dari kehidupan mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250603_Rusmin-Sopian.jpg)