Rabu, 13 Mei 2026

Berita Belitung

Kenaikan Harga Daging Ayam di Belitung Dipicu Pasokan DOC Menipis

Saat ini, harga daging ayam sudah berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram dan diperkirakan bertahan hingga akhir bulan

Tayang:
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Daging ayam ras di lapak pedagang Pasar Berehun, Kabupaten Tanjungpandan, Rabu (15/10/2025). 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG — Harga ayam potong di pasaran Belitung terus merangkak naik sejak awal Oktober.

Saat ini, harga sudah berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram dan diperkirakan bertahan hingga akhir bulan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Yeni Purwanti, menjelaskan kenaikan harga ini terjadi karena pasokan bibit ayam, day old chick (DOC) tidak sebanding dengan kebutuhan di daerah.

“Belitung dan Belitung Timur butuh sekitar 300 sampai 350 DOC, sementara yang tersedia untuk panen Oktober ini hanya sekitar 285. Jadi kekurangannya cukup banyak,” kata Yeni, Kamis (16/10/2025).

Ia menjelaskan, ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan disebabkan salah satunya oleh proses breeding atau pembiakan ayam yang tidak berjalan normal.

Sejumlah indukan ayam dijadikan afkir lebih cepat dari jadwal biasanya, sehingga jumlah DOC yang dihasilkan berkurang.

Ditanya sampai kapan kondisi ini terjadi, Yeni mengatakan pihaknya masih menunggu data pemasokan DOC terbaru untuk memastikan kondisi pasokan bulan depan.

“Data pemasokan DOC itu baru kita dapat di minggu ini, jadi kita baru bisa memastikan apakah November nanti aman atau tidak,” ujarnya.

Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga sedikit berpengaruh meningkatkan permintaan daging ayam, namun dikatakan dampaknya belum terlalu signifikan terhadap kenaikan harga ayam saat ini. 

Harga Daging Ayam Merangkak Naik

Harga ayam potong di Belitung terus merangkak naik hingga Rp50.000 per kilogram.

Kenaikan ini sudah berlangsung dalam beberapa minggu terakhir dan mulai terasa di kalangan pedagang maupun pembeli.

Pika, pedagang ayam di Pasar Berehun Tanjungpandan mengatakan harga ayam awalnya masih di kisaran Rp40.000, namun naik bertahap hingga kini mencapai Rp50.000 per kilogram.

“Kenaikan harga ayam ini karena bibit DOC susah, makanya harganya naik,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).

Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, Perdagangan dan Tenaga Kerja (KUMKMPTK) Kabupaten Belitung membenarkan adanya lonjakan harga tersebut.

Kabid Usaha Perdagangan, Hamzah mengatakan kenaikan ini dipicu oleh berkurangnya stok ayam di pasaran.

“Sudah pasti karena stok kita sangat berkurang,” kata Hamzah.

Menurutnya, harga ayam yang ideal bagi pedagang dan masyarakat berada di kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

"Kami sudah menghitung untuk harga normalnya, pedagang nama untung dan masyarakat tidak terlalu berat itu antara Rp38.000 sampai Rp40.000. Itu pedagang sudah untung dengan harga beli hidup Rp23.800," ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi ini bisa disebabkan oleh terbatasnya pasokan dari pabrik atau penyetopan bibit ayam, meski pihaknya masih mendalami hal tersebut bersama tim terkait.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah akan melakukan operasi pasar bersama sejumlah stakeholder melalui kerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Langkah ini diharapkan bisa menstabilkan harga ayam agar tidak terus melonjak.

Hamzah menambahkan, upaya stabilisasi harga akan terus dikoordinasikan melalui tim Satgas yang sudah dibentuk agar inflasi daerah tetap terkendali.    

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Tags
ayam
harga
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved