Tribunners
Menelisik Eksistensi De Tobs Band Toboali dalam Perkembangan Musik Babel
De Tobs memang tidak dapat dimungkiri sebagai bagian dari perkembangan perjalanan musik dan grup musik dari Toboali khususnya
Oleh: Rusmin Sopian - Penulis yang Tinggal di Toboali
BAGI pencinta musik di Toboali, Bangka Selatan, nama kelompok musik De Tobs bukanlah nama asing di panggung musik Toboali. Demikian pula bagi penikmat musik di Toboali dan Bangka Belitung khususnya, De Tobs adalah band legend yang masih eksis di pentas musik daerah ini. Seangkatan dengan grup band lokal Bangka Belitung lainnya seperti grup band Fifi Group (Baturusa) dan Apollo Group dari Pangkalpinang, juga The Tin Minners dari UPTB Sungailiat. Ketiga grup band lokal daerah Babel itu bahkan pernah masuk dapur rekaman di Jakarta tahun 1976.
Dulunya De Tobs adalah kelompok musik yang berada di bawah naungan PT Timah Wilayah Produksi (Wilasi) Toboali. Tidak heran bila para personel band legend ini kebanyakan berstatus sebagai karyawan PT Timah yang bekerja di wilayah produksi Toboali. "Ada SK dari Kawilasi untuk para personel band De Tobs. Saya masih menyimpannya," ungkap pimpinan band De Tobs, H Sidik Firdaus, kepada penulis beberapa waktu lalu.
Pada era 80-90-an, De Tobs amat akrab dengan penggemar musik Toboali bersama kelompok musik Toboali lainnya. Sebut saja Remaja Band, Haster Band, Idola band hingga kelompok musik Bhayangkara yang diasuh anggota Polsek Toboali era itu Saroredon.
Tiap sabtu dan minggu malam, Tobs selalu tampil menghibur masyarakat di berbagai daerah ini lewat berbagai macam kegiatan hajatan yang diselenggarakan masyarakat, seperti khitanan anak hingga acara perkawinan. Dan tentunya acara penting yang digelar Wilasi Toboali dan pihak Kecamatan Toboali.
Pada era itu De Tobs kerap memainkan lagu-lagu hits dari musisi top tanah air kala itu seperti lagu dari solois Chrisye, Fariz RM hingga lagu Kiki Maria.
Sementara untuk lagu rock, De Tobs selalu tampil di panggung membawakan lagu-lagu dari kelompok musik cadas tanah air. Mulai dari lagu God Bless, Gong 2000, Grass Rock, Duo Kribo hingga album solo dari Ahmad Albar dan Gito Rollies. De Tobs menyanyikan pula lagu-lagu dangdut yang sedang naik daun dari penyanyi Ibu kota.
Saat ini, personel De Tobs telah banyak mengalami perubahan. Telah mengalami perubahan seiring faktor usia dan perjalanan kehidupan manusia.
Hanya beberapa personel lama yang masih eksis. Sebut saja H Sidik Firdaus yang merupakan drummer sekaligus nakhoda De Tobs bersama duo vokalis Freddy dan Medi yang masih eksis menyanyikan lagu bernada tinggi.
Personel lainnya adalah Ian yang memainkan gitar melodi dan Mursan sebagai pemain keyboard. Kehadiran vokalis muda Rudi Idol menambah daya gedor De Tobs dalam memainkan lagu-lagu cadas.
Sebelumnya, beberapa nama pemusik Toboali yang pernah bergabung dengan De Tobs Band, di antaranya Kailani (gitar melodi), Alex (bass), Burhan (bass), Bustan ( drum/gendang), Bejo (keyboard ) dan Eddy yang merupakan pemain organ. Beberapa di antara personel De Tobs sudah berpulang ke Rahmatullah.
Sebagai grup band daerah, De Tobs sering kali menjadi band pembuka untuk kelompok musik dari Jakarta saat tampil di Toboali. Band legend yang kini dinakhodai H Sidik Firdaus ini pernah menjadi band pembuka untuk kelompok musik brass section The Rollies saat tampil di Toboali pada tahun 2017 lalu.
Ternyata, dalam pentas Kemilau Pesona yang akan berlangsung di Toboali Bangka Selatan 18 hingga 24 Oktober mendatang, De Tobs menjadi salah kelompok musik yang akan tampil sebagai pengisi acara.
Tentunya ini merupakan bentuk apresiasi kepada para musisi lawas untuk tetap eksis dalam dunia musik di daerah ini. Setidaknya, kehadiran De Tobs mengobati kerinduan warga untuk mengenang masa-masa lampau.
Mengutip pernyataan dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyatakan bahwa karya musisi era 1970-an merupakan aset berharga bagi kekayaan musik Indonesia yang patut diapresiasi.
De Tobs memang tidak dapat dimungkiri sebagai bagian dari perkembangan perjalanan musik dan grup musik dari Toboali khususnya dan Bangka Belitung umumnya. (*)
| Sensus Ekonomi 2026: Fondasi Kebijakan Berbasis Data |
|
|---|
| Menyeimbangkan Target dan Mengelola Stres demi Kinerja Berkelanjutan |
|
|---|
| HUT Ke-260 Sungailiat : Menjaga Warisan, Meramu Masa Depan |
|
|---|
| Sosok Haji Batin Sulaiman: Penyebar Islam di Tanah Jerieng |
|
|---|
| Anak Bukan Mesin Prestasi: Dilema Parenting Modern dan Krisis Kesehatan Mental |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250614_Rusmin-Sopian.jpg)