Berita Belitung Timur
Mengintip Warkop Aput yang Dinobatkan sebagai Warung Kopi Terbersih di Belitung Timur
Warkop Aput yang berlokasi di dekat Taman Kota Manggar, dinobatkan sebagai warung kopi terbersih oleh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Warkop Aput yang berlokasi di dekat Taman Kota Manggar, dinobatkan sebagai warung kopi terbersih oleh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur.
Penobatan ini disematkan saat peresmian Tugu 1001 Warung Kopi pada Agustus 2025.
Pemilik warkop, Aput berusia 42 tahun tak menyangka usahanya mendapat apresiasi sebesar itu.
"Seneng aja dan ga menyangka diberikan apresiasi sebagai warkop terbersih, terima kasih Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. Semoga kami selalu amanah atas penghargaan yang kami raih," katanya.
Ada sesuatu yang menenangkan ketika melangkah masuk ke Warkop Aput.
Aroma kopi Belitung Timur yang mengepul hangat, suara gelas beradu pelan dan percakapan santai para pengunjung membuat tempat ini terasa seperti rumah kedua di Kota 1001 Warung Kopi.
Warkop Aput menjadi salah satu lokasi favorit bagi para pencinta kopi yang ingin menikmati waktu tanpa tergesa.
Kopi susu menjadi menu favorit para pengunjung, baik kopi susu panas maupun dingin. Kopi yang digunakan bukan sembarang kopi, melainkan kopi asli Belitung Timur.
"Saya memang memilih kopi Belitung Timur, alasannya tentu untuk bersama memajukan petani lokal di Belitung Timur dan rasanya khas beda dari yang lain," kata Aput.
Pemiliknya Aput memulai usaha kecil ini pada pertengahan 2019. Saat itu, ia masih merintis, menunggu pelanggan yang datang sambil terus memperbaiki rasa dan pelayanan.
Namun tak lama setelah berdiri, ujian besar datang. Tahun 2020, pandemi Covid-19 melanda Indonesia, termasuk Kabupaten Belitung Timur.
"Tahun 2020 itu Covid, disitulah gimana tekad dan kerja keras diuji, mencari uang Rp100–200 ribu saja sulit," kenang Aput.
Meski begitu, ia tidak menyerah. Setiap hari, ia tetap membuka warkop kecilnya, berusaha mempertahankan usaha yang ia bangun dari nol.
Kesabaran dan keteguhan itu perlahan terbayarkan. Tahun demi tahun berlalu, masyarakat mulai berdatangan, menjadikan Warkop Aput tempat singgah untuk mengobrol, bekerja atau sekadar menikmati kopi.
Dari sepetak ruang sederhana, warkop ini kini berkembang pesat. Antusiasme pengunjung membuat Aput memperluas tempatnya dengan ratusan kursi ke bagian depan, belakang dan samping.
| Detik-detik Mencekam Iqbal dan Istri Cari Sinyal Terombang-ambing di Laut Beltim, Mesin Perahu Mati |
|
|---|
| Terganggu Pasar Rakyat Manggar Becek, Bupati Beltim Instruksikan Jajarannya Pasang Karpet |
|
|---|
| Duit Rp218 Miliar Bukan Sedikit: Bupati Beltim Tak Puas SMA Unggul Garuda Baru Jalan 6 Persen |
|
|---|
| Heri Mudik Tanpa Bawa Koper dan Oleh-oleh Menuju Bangka: "Yang Penting Sampai Selamat" |
|
|---|
| Cerita Neneng Masak Rendang dari Daging Beku untuk Lebaran, Harga Murah Jadi Satu-satunya Alasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20251127-Suasana-Warung-Kopi-Aput.jpg)