Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Bangka Barat

Bangka Barat Rawan Sambaran Petir, Warga Dihimbau Waspada saat Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem yang kerap terjadi dalam beberapa pekan membuat wilayah Kabupaten Bangka Barat rawan terhadap petir

Tayang:
Penulis: Riki Pratama | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Bangka Pos/Riki Pratama
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Barat, Safrizal. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Cuaca ekstrem yang kerap terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat wilayah Kabupaten Bangka Barat rawan terhadap sambaran petir

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Barat, Safrizal mengatakan kondisi ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan disertai petir yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, sehingga perlu diantisipasi.

"Agak tinggi itu angin puting beliunkg dan petir, alau banjir pertama arus pasang tinggi dan hujan tinggi. Kalau salah satu itu tidak terpenuhi kemungkinan banjir kecil," kata Safrizal kepada Bangkapos.com, Kamis (4/12/2025) ditemui di Kantor Bupati.

Dikatakan Safrizal, dua minggu terakhir terjadi peristiwa rumah tersambar petir. Kemudian, angin puting beliung di daerah Kecamatan Tempilang, Simpang Teritip dan Jebus. 

"Kami mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat terjadi hujan lebat yang disertai kilatan petir dan angin kencang," katanya.

Aktivitas di luar ruangan diminta untuk dibatasi demi menghindari risiko fatal akibat sambaran petir.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan disertai petir. Serta menghindari area terbuka seperti pantai, perkebunan dan lapangan,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mencabut peralatan elektronik saat terjadi petir untuk mencegah kerusakan akibat lonjakan listrik. Warga yang bermukim di wilayah pesisir dan perkebunan disebut menjadi kelompok yang paling rentan terhadap bahaya ini.

“Kami juga sudah melaksanakan apel kesiapsiagaan bencana serta mengimbau masyarakat untuk melakukan mitigasi di lingkungan masing-masing," ujarnya.

Terutama untuk memastikan saluran air dan area resapan berfungsi dengan baik. Serta mewaspadai keberadaan pohon-pohon di sekitar permukiman yang berpotensi memperbesar risiko bencana. 

"Jika membutuhkan bantuan, masyarakat dipersilakan untuk segera menghubungi kami," katanya.

Kemudian, khusus untuk wilayah Kampung Ulu, Mentok yang biasa menjadi lokasi langganan banjir, saat ini sudah tersedia dokumen rencana rekonstruksi pasca bencana banjir. 

"Kami berharap masyarakat tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan minimal sudah menerima peringatan dini agar dapat bersiap jika sewaktu-waktu banjir kembali terjadi," harapnya.

Ia memastikan, BPBD Bangka Barat bersama pihak terkait terus memantau perkembangan cuaca dan kesiapsiagaan di lapangan. 

Dengan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat lebih waspada. Disiplin terhadap himbauan keselamatan, serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved