Sabtu, 18 April 2026

Berita bangka

Anak Bangka Kurang Suka Ikan, Protein MBG Didominasi Daging Ayam, Sapi dan Telur

Ketidaktertarikan siswa terhadap menu ikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bangka membuat SPPG lebih memilih daging ayam, sapi, dan telur

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Dok Ist
PROGRAM MBG - Perwakilan Pemkab Bangka saat melaksanakan program makan bergizi gratis (MBG) perdana dan peluncuran Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pemali, di Aula Pertemuan SMA N 1 Pemali, Kabupaten Bangka, Senin (21/7) - Perwakilan Pemkab Bangka saat melaksanakan program makan bergizi gratis (MBG) perdana dan peluncuran Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pemali, di Aula Pertemuan SMA N 1 Pemali, Kabupaten Bangka, Senin (21/7/2025) 

Ringkasan Berita:
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangka masih mengandalkan daging ayam, sapi, dan telur sebagai sumber protein utama.
  • Pasalnya, menu ikan yang kaya manfaat dan melimpah di Bangka Belitung justru kurang diminati siswa karena dianggap bertulang dan kurang cocok di lidah anak-anak.

 

BANGKAPOS.COM--Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hingga kini masih didominasi oleh menu daging sapi, daging ayam, dan telur sebagai sumber protein utama.

Sementara itu, ikan yang sejatinya melimpah di wilayah pesisir justru belum menjadi pilihan favorit di kalangan siswa.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Krisnaningsih, mengungkapkan bahwa hasil pendataan pada empat dari lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi menunjukkan tingginya kebutuhan komoditas peternakan.

Dalam satu bulan, empat SPPG tersebut membutuhkan sekitar 98.816 butir telur ayam, 6.984 kilogram (hampir 7 ton) daging ayam, serta 2.019 kilogram (lebih dari 2 ton) daging sapi.

Angka ini diperkirakan akan terus meningkat mengingat rencana pengembangan hingga 32 SPPG di seluruh wilayah Kabupaten Bangka.

“Dari hasil pendataan itu kami sempat tanyakan, kenapa tidak menggunakan ikan sebagai menu utama. Jawabannya karena anak-anak kurang suka,” kata Krisnaningsih, Kamis (4/12/2025).

Menurutnya, pihak pengelola SPPG sebenarnya sudah beberapa kali mencoba menyajikan menu berbahan dasar ikan. Namun sebagian besar siswa tidak menghabiskan makanan tersebut.

“Katanya anak-anak tidak suka karena ada tulang, baunya khas, dan dianggap tidak seenak ayam. Padahal produksi ikan kita berlimpah dan masih sangat segar,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat pihak SPPG akhirnya memilih untuk memprioritaskan sumber protein yang lebih diminati, agar program MBG tetap efektif dan tidak menyisakan banyak makanan.

“Daripada anak-anak tidak mau makan sama sekali, untuk sementara kita ikuti dulu selera mereka sambil mencari strategi agar ikan bisa diterima,” tambah Krisnaningsih.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka, Krisnaningsih.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka, Krisnaningsih. ((Bangkapos/Arya Bima Mahendra)/Arya Bima Mahendra)

Kandungan Gizi Ikan yang Sangat Baik untuk Anak Sekolah

Meski kurang diminati, ikan justru memiliki kandungan gizi yang sangat penting bagi pertumbuhan anak, di antaranya:

  1. Omega-3 (DHA dan EPA)

Membantu perkembangan otak, meningkatkan fokus, daya ingat, dan kecerdasan anak.

2. Protein berkualitas tinggi

Membantu pertumbuhan otot, jaringan tubuh, serta menunjang sistem kekebalan.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved