Berita Pangkalpinang
Wali Kota Pangkalpinang Panggil Pengembang Perumahan Bahas Drainase Bermasalah
Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan dan Penanganan Sistem Drainase
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menggelar Rapat Koordinasi Pembahasan dan Penanganan Sistem Drainase untuk mengantisipasi penampungan debit air saat curah hujan tinggi.
Rapat berlangsung pada Senin (8/12/2025) di Ruang Rapat Bapperida Pangkalpinang dan dipimpin langsung Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin.
Rapat turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, Kepala Disperkim Pangkalpinang, M. Belly Jawari, Kepala Dinas PUPR Agus Salim, serta lima pengembang perumahan yang berada di Kelurahan Jerambah Gantung dan Bukit Merapin.
Sejumlah warga perumahan terdampak juga turut dilibatkan.
Rapat berlangsung dinamis dan cukup alot, terutama saat warga menyampaikan langsung keluhan terkait genangan air dan drainase yang tidak berfungsi optimal di kawasan perumahan mereka.
Para developer juga memberikan penjelasan mengenai kondisi di lapangan serta kendala yang mereka hadapi.
Usai rapat, Wali Kota Saparudin menjelaskan bahwa permasalahan ini berkaitan dengan perkembangan kawasan permukiman yang semakin pesat di sisi utara kota, khususnya pada alur air yang bermuara ke Sungai Selindung.
"Sebetulnya ini adalah alur baru karena pengembangan Kota Pangkalpinang. Kita punya empat alur utama yang melintas ke Sungai Kampung Seberang, dan alur yang kita bahas ini mengarah ke Sungai Selindung.
Karena banyaknya perumahan baru, persoalan air pasti muncul. Saluran sebagian besar sudah kita bangun, namun ada yang melewati perumahan, ada yang tidak tersambung, berbelok tajam, hingga ada yang ukurannya mengecil," jelas Prof. Udin kepada awak media, Senin (8/12/2025).
Prof. Udin menegaskan, Pemkot sudah meminta Dinas PUPR dan Disperkim untuk turun langsung ke lapangan guna mengecek kondisi saluran dari hulu hingga hilir.
Ia juga meminta para pengembang agar bersedia menyerahkan sebagian lahannya untuk digunakan sebagai saluran drainase baru.
"Kita minta pengembang secara ikhlas memberikan lahannya agar dapat digunakan sebagai saluran drainase. Saluran yang beloknya terlalu patah nanti akan kita luruskan atau lebarkan supaya air lebih cepat mengalir," tegasnya.
Ia menambahkan, rapat ini secara khusus melibatkan pengembang yang dinilai memiliki persoalan terkait drainase perumahan.
Menurutnya, sejak awal seluruh pengembang sudah memiliki aturan mengenai pembangunan drainase, baik di dalam lingkungan perumahan maupun di sekeliling kawasan.
"Waktu awal, para pengembang ini sebetulnya sudah ada aturannya dari Kota Pangkalpinang, mulai dari ukuran sampai desain drainase. Namun dalam pelaksanaannya ada yang tidak sesuai, sehingga hari ini kita dudukkan bersama untuk mencari solusi," ujarnya.
Pemkot Pangkalpinang menargetkan pengecekan lapangan dilakukan secepatnya sebelum curah hujan memasuki puncak intensitas pada Desember hingga Januari.
"Pemerintah berharap sinergi dengan developer dapat mempercepat penanganan banjir lokal di kawasan permukiman," tambahnya.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
| Kasus Dugaan Penipuan Umroh di Pangkalpinang, Kantor Travel Disebut Tak Pernah Dilaporkan ke RT |
|
|---|
| 192 Petugas SE 2026 Dikukuhkan, Siap Data Seluruh Warga dan Usaha di Pangkalpinang |
|
|---|
| BPBD Kota Pangkalpinang Intensifkan Patroli dan Petakan Titik Rawan Karhutla Jelang Kemarau |
|
|---|
| Harga BBM Non-Subsidi Naik, Warga Pangkalpinang Belum Beralih ke Angkot, Sopir Mengaku Makin Sepi |
|
|---|
| Kenaikan BBM Berdampak pada Tarif AKDP, Sebanyak 196 Unit Armada Beroperasi di Babel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20251208-Rapat-Koordinasi-Pembahasan-dan-Penanganan-Sistem-Drainase.jpg)