Berita Pangkalpinang
1.473 Rumah Terdampak Banjir Rob, Budi Utama Ajak Jaga Kelestarian Alam
Total 1.473 rumah di Provinsi Bangka Belitung, terdampak dari bencana banjir rob, Senin (8/12/2025)
Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Total 1.473 rumah, tiga fasilitas umum dan tiga dermaga di Provinsi Bangka Belitung, terdampak dari bencana banjir rob, Senin (8/12/2025).
Dari 1.473 rumah tersebut paling banyak daerah yang terdampak, yakni Kota Pangkalpinang sebanyak 671 rumah dari 14 daerah yang terkena banjir rob.
Lalu Kabupaten Bangka Barat 633 rumah dari 15 daerah, Kabupaten Bangka Tengah 123 rumah dan satu pohon tumbang di komplek Pemda.
Sedangkan di Kabupaten Belitung Timur terdapat 75 rumah dan empat fasilitas umum, serta 68 rumah terdampak banjir rob di Kabupaten Belitung.
Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung, Budi Utama mengatakan banjir rob merupakan fenomena atau kejadian yang disebabkan oleh naiknya permukaan air laut.
"Hal ini biasa terjadi di wilayah pesisir, terutama saat pasang tertinggi air laut. Hal ini dapat diperparah apabila diwaktu bersamaan turun hujan di wilayah tersebut, banjir rob biasa terjadi pada siklus waktu tertentu," ujar Budi Utama.
Budi Utama mengatakan pentingnya kolaborasi seluruh pihak, dalam melakukan langkah khususnya penanganan banjir.
"Terutama pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, pelaku usaha atau pengembang dengan berbagai pendekatan secara komperehensif dan terintegerasi," ucapnya.
Pihaknya juga menyoroti perlu adanya pendekatan teknis, melalui pembangunan infrastruktur dan sistem drainase.
"Pendekatan ekologis, pelestarian alam dan pemulihan lingkungan. Pendekatan sosial, edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Pendekatan tata ruang, perencanaan wilayah yang ramah lingkungan dan adaftif terhadap perubahan iklim," bebernya.
Selain itu BPBD Provinsi Bangka Belitung juga telah melakukan langkah antisipatif, mulai dari edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terutama di wilayah pesisir terkait fenomena banjir rob.
"Memberikan informasi peringatan dini kepada masyarakat berupa perkiraan cuaca dan pasang surut air laut, sehingga masyarakat dapat siaga dan waspada. Melakukan patroli rutin keberbagai titik rawan untuk memastikan masyarakat aman," bebernya.
Sementara itu Budi Utama mengungkapkan hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu menumbuhkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
"Peran pemerintah memang penting, tapi perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil di rumah kita masing-masing. Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan saluran air, dan mulai peduli terhadap lingkungan.
Saatnya kita bergerak bersama menjaga bumi, dari air yang berlebih. Air yang seharusnya menjadi sumber kehidupan, bisa berubah menjadi bencana jika tidak kita kelola dengan bijak," ungkapnya.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)
| Jenna&Kaia Pangkalpinang Ajak Loyal Customer Fun Padel, Perkuat Komunitas Modest Wear |
|
|---|
| PNS Pembakar Kantor Dishub Babel Ternyata Pernah Diciduk Densus, Kini Terancam 9 Tahun |
|
|---|
| Ratusan Tenaga Medis Ikuti HOM-BASE di Pangkalpinang, Perkuat Kompetensi Dokter Tangani Kanker |
|
|---|
| May Day 2026, Disnaker Pangkalpinang Perkuat Sinergi Pekerja dan Pengusaha |
|
|---|
| May Day Jadi Momentum, Wali Kota Pangkalpinang Tegaskan Dukungan untuk Buruh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20251208-BANJIR-ROB.jpg)