Berita Bangka Barat
Pelabuhan Tanjungkalian Mentok Mulai Ramai Penumpang Libur Nataru
Sejumlah penumpang tampak ramai turun dari kapal feri di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, Senin (15/12/2025)
Penulis: Riki Pratama | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejumlah penumpang tampak ramai turun dari kapal feri di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, Senin (15/12/2025) sore.
Para penumpang terlihat berjalan cepat sambil membawa berbagai barang bawaan. Mereka bergegas menuju pintu keluar pelabuhan, sembari menenteng tas dan kardus.
Sebagian penumpang terlihat membawa anak-anak, yang telah menjalani libur sekolah.
Satu di antaranya, Mira, penumpang kapal feri asal Sumsel, terlihat tiba di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok.
Ia mengatakan, momen libur sekolah, dimanfaatkannya bersama keluarga untuk bepergian, ke Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, bersama anak-anaknya.
"Saya dalam rangka, liburan sekolah ke Toboali," kata Mira ditemui Bangkapos.com, Senin (15/12/2025) sore, di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok.
Mira menjelaskan, kondisi perairan selama perjalanan dari Tanjung Api-Api Sumsel-Tanjungkalian Mentok, mengalami hujan sepanjang perjalanan.
"Gelombang agak lumayan. Tadi di tengah laut hujan. Tapi tidak besar," katanya.
Sebagai informasi, jadwal trip kapal Feri dari Tanjungkalian Mentok-Tanjung Api Api Sumsel, masih berjalan normal atau sembilan trip kapal dalam sehari, tak ada extra trip. Keberangkatan kapal diimulai dari pukul 07.00 WIB hingga 23.00 WIB.
Kepala Bidang Perhubungan Disperkimhub Bangka Barat, Juswardi, mengatakan, pemerintah daerah bersama ASDP dan instansi terkait telah melakukan rapat bersama dan melakukan pemantauan secara intensif terkait kondisi pelabuhan Tanjungkalian.
Mereka memperkirakan, terjadi lonjakan penumpang pada puncak arus libur Natal dan Tahun Baru, yakni pada 22 hingga 24 Desember 2025.
"Sementara untuk antisipasi lonjakan di pelabuhan, seperti biasa kami siapkan pengaturan di sisi parkir buffer zone yang berada di sekitar Pelabuhan Tanjungkalian,” ujar Juswardi.
Menurutnya, operasional kapal di pelabuhan Tanjungkalian Mentok, berjalan hampir 24 jam.
Sehingga, ia menilai kepadatan tidak akan terlalu tinggi dan masih dapat terurai dengan baik. Mengingat kapasitas kapal feri yang beroperasi saat ini relatif besar.
“Persiapan di buffer zone nantinya tinggal dikoordinasikan dengan pihak ASDP, termasuk penggunaan fasilitas, seperti penyediaan toilet, tempat istirahat, serta pos penanganan. Jika terjadi kendala sistem online pembelian tiket, pelayanan juga tetap bisa dilakukan secara offline,” jelasnya.
Juswardi menambahkan, berdasarkan informasi sementara, jadwal operasional Nataru diperkirakan berlangsung pada 23 hingga 25 Desember 2025. Kemudian berlanjut kembali pada 30 Desember hingga 2 Januari 2026.
"Dari prediksi ASDP dan Perhubungan, kemungkinan ada kenaikan jumlah penumpang, namun tidak signifikan,”ucapnya.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)
| Bupati Bangka Barat Minta Harga TBS Kelapa Sawit Naik, Segera Panggil Pengusaha Pabrik CPO |
|
|---|
| Belum Tergarap Maksimal, Plt Sekda Bangka Barat Dorong Inovasi Tingkatkan PAD |
|
|---|
| Polsek Kelapa Bersama TNI dan Warga Gelar Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan |
|
|---|
| Deddi Wijaya Apresiasi Pembangunan Klaster Eropa di Tengah Gencarnya Efisiensi Anggaran |
|
|---|
| Klaster Eropa Mentok Ditata, Taman Lokomobil Terhubung Monumen Soekarno-Hatta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20251215-LIBUR-NATARU.jpg)