Berita Pangkalpinang
Program MBG Picu Harga Ayam Naik di Pangkalpinang, Kebutuhan SPPG Capai 2,6 Ton per Bulan
Lonjakan harga ayam broiler di Kota Pangkalpinang saat ini dipicu karena meningkatnya kebutuhan ayam untuk mendukung MBG
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin atau yang akrab disapa Prof Udin mengakui lonjakan harga ayam broiler di Kota Pangkalpinang saat ini dipicu karena meningkatnya kebutuhan ayam untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurut Prof Udin, kebutuhan ayam untuk program MBG tidak hanya berasal dari wilayah Kota Pangkalpinang, tetapi juga melayani daerah-daerah sekitar dan wilayah perbatasan yang turut berbelanja di Pangkalpinang sebagai pusat distribusi.
"Kita ini bukan hanya memenuhi kebutuhan daerah kita sendiri, tapi juga daerah lain termasuk wilayah perbatasan. Mereka belanja di Pangkalpinang. Akhirnya permintaan ayam meningkat tajam," kata Prof. Udin, Selasa (16/12/2025).
Ia mengungkapkan, pihaknya telah berupaya mencari alternatif pasokan dengan menghubungi daerah pemasok besar seperti Palembang dan Jakarta. Namun kondisi serupa juga terjadi di daerah tersebut.
"Kami sudah hubungi Palembang dan Jakarta, ternyata sama saja. Harga ayam di sana juga sedang tinggi," ujarnya.
Prof Udin menilai kondisi kenaikan harga ayam ini merupakan fase transisi seiring berjalannya program nasional MBG yang baru berjalan. Ia optimistis kondisi tersebut dapat diantisipasi agar tidak berlangsung terlalu lama dan tidak semakin membebani masyarakat.
"Ini kondisi transisi karena ada program MBG. Transisi ini harus kita antisipasi supaya harga tidak naik terlalu tinggi," tegasnya.
Untuk memastikan kondisi di lapangan, Saparudin menyatakan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional untuk melihat langsung harga dan ketersediaan ayam.
"Nanti saya akan sidak ke pasar untuk melihat langsung keadaannya," katanya.
Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM Kota Pangkalpinang menjelaskan kebutuhan bahan pangan untuk operasional dapur SPPG di Pangkalpinang tergolong besar, khususnya komoditas ayam.
Ia merinci rata-rata kebutuhan ayam untuk satu bulan di seluruh dapur SPPG di Pangkalpinang mencapai 2.265 kilogram. Angka tersebut berasal dari total sembilan SPPG yang saat ini telah beroperasi, belum termasuk SPPG baru yang direncanakan segera berjalan.
"Kalau dilihat, kebutuhan ayam cukup besar. Sementara pasokan ayam ini tidak terlalu banyak. Ketika barangnya sedikit tapi kebutuhannya tinggi, tentu harga ikut terdorong naik," jelas Andika.
Selain ayam, komoditas yang paling banyak dibutuhkan dalam program MBG adalah buah dan susu. Untuk buah, kebutuhan mencapai 7.748 kilogram per bulan sedangkan susu mencapai 2.997 kemasan.
Adapun kebutuhan cabai untuk program MBG relatif kecil. Cabai rawit hanya dibutuhkan sekitar 17 kilogram per bulan, sedangkan cabai besar sekitar 64 kilogram.
"Jadi untuk cabai, kenaikan harga tidak ada kaitannya dengan program MBG. Itu murni karena faktor cuaca ekstrem yang menyebabkan banyak daerah gagal panen," tegasnya.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
| Ratusan Tenaga Medis Ikuti HOM-BASE di Pangkalpinang, Perkuat Kompetensi Dokter Tangani Kanker |
|
|---|
| May Day 2026, Disnaker Pangkalpinang Perkuat Sinergi Pekerja dan Pengusaha |
|
|---|
| May Day Jadi Momentum, Wali Kota Pangkalpinang Tegaskan Dukungan untuk Buruh |
|
|---|
| Bank Sumsel Babel Gelar Lelang Aset Serentak di Tiga Wilayah, Dorong Perputaran Ekonomi |
|
|---|
| Melati Erzaldi Jadi Sasaran Ancaman Pembunuhan, Pelaku Diduga Terkait Aksi Kriminal di Babel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20251216-Wali-Kota-Pangkalpinang-Saparudin.jpg)