Berita Pangkalpinang
60 Hari Kerja Pemerintahan Udin-Dessy, Geber Program Prioritas Memperkuat Kemandirian Ekonomi
Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin menegaskan bahwa dukungan pemerintah kepada UMKM tidak berhenti pada bantuan modal semata
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Enam puluh hari pertama kepemimpinan Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin dan Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna langsung diwarnai dengan langkah konkret yang menyentuh sektor akar rumput.
Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan komitmennya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memberikan jaminan keselamatan bagi kelompok rentan, khususnya pelaku UMKM dan nelayan.
Salah satu program prioritas yang langsung digeber adalah pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bahkan, perhatian kepada pelaku usaha telah diberikan sejak hari-hari awal kepemimpinan Prof Udin-Cece Dessy.
Pada 15 Desember 2025, Pemkot Pangkalpinang menyalurkan bantuan permodalan kepada pelaku UMKM melalui Program Pemberdayaan UMKM.
Program ini menjadi bagian dari agenda strategis untuk menjaga denyut perekonomian daerah tetap bergerak, terutama dari sektor usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Prof. Saparudin, yang akrab disapa Prof Udin, menegaskan bahwa dukungan pemerintah kepada UMKM tidak berhenti pada bantuan modal semata. Pemkot juga menyiapkan pembinaan berkelanjutan, mulai dari penguatan manajemen usaha, peningkatan kualitas kemasan, hingga strategi pemasaran.
"UMKM ini menjadi perhatian kita bersama. Tidak hanya kita beri modal, tetapi juga kita bina dari sisi manajemen, pengemasan, sampai pemasaran agar benar-benar bisa berkembang," ujar Prof Udin kepada Bangkapos.com, Jumat (19/12/2025).
Pemkot Pangkalpinang menilai UMKM memiliki peran strategis sebagai penyerap tenaga kerja sekaligus penggerak utama perekonomian lokal. Oleh karena itu, bantuan permodalan diposisikan sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan pelaku usaha mampu bertahan, berkembang, dan naik kelas.
"Mudah-mudahan dengan bantuan ini, UMKM kita semakin berkreasi, naik kelas, dan menjadi penggerak ekonomi Kota Pangkalpinang," pungkasnya.
Tak hanya fokus pada pasar lokal, Pemkot Pangkalpinang juga mendorong UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran hingga ke tingkat nasional dan internasional. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, pengemasan yang lebih kompetitif, serta pembukaan akses jejaring pemasaran.
Pada 17 November 2025 lalu, Prof Udin secara langsung melepas ekspor produk olahan pangan hasil laut asal Pangkalpinang ke Sydney, Australia. Ekspor tersebut menjadi penanda bahwa produk UMKM dan industri kecil menengah (IKM) Pangkalpinang mampu bersaing di pasar global.
"Ini bukan sekadar pengiriman barang, tetapi pesan bahwa UMKM dan IKM Pangkalpinang siap bersaing secara global dengan kualitas yang terjamin," tegas Prof Udin.
Ia pun mendorong para pelaku usaha agar percaya diri menembus pasar dunia.
"Kita mampu, kita siap, dan kita layak hadir di pasar global. Dunia itu luas, dan produk kita punya tempat di dalamnya," katanya.
Selain UMKM, perhatian pemerintah juga diarahkan pada kelompok nelayan. Dalam 60 hari kerja kepemimpinan Prof Udin-Cece Dessy, Pemkot Pangkalpinang memberikan bantuan asuransi kepada 250 nelayan sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko kerja saat melaut.
Program asuransi nelayan ini bertujuan memberikan rasa aman sekaligus menjamin keberlangsungan mata pencaharian nelayan, yang selama ini rentan terhadap kecelakaan kerja dan cuaca ekstrem.
"Langkah-langkah awal ini menegaskan arah kebijakan Pemkot Pangkalpinang, membangun kota dari sektor akar rumput, memperkuat ekonomi masyarakat, dan memastikan kesejahteraan serta keselamatan warganya menjadi prioritas utama," tuturnya.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
| Sosok Anggota DPRD Babel dr Zarril, Gaya Nyentrik Pakai Topi Terbalik hingga Putar Lantunan di Mobil |
|
|---|
| Wali Kota Saparudin: 80 Lebih Billboard di Pangkalpinang Belum Berizin |
|
|---|
| Babel Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem, Waspada Beberapa Hari ke Depan Terjadi Hujan Lebat |
|
|---|
| Realisasi PAD Pangkalpinang Capai 35,04 Persen, Wali Kota Saparudin Akui Ada yang Belum Optimal |
|
|---|
| DPRD Babel Gelar Paripurna Bahas Rancangan Perda Tentang Pajak dan Retribusi Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20251015-Wali-Kota-Pangkalpinang-Saparudin-atau-Prof-Udin-saat-diwawancarai-12.jpg)