Optimalisasi Peran Perpustakaan Sekolah
Kesadaran untuk mengoptimalkan peran perpustakaan sekolah perlu ditanamkan sejak dini.
Oleh: Rudiyanto, S.Pd., Gr. - Guru Pendidikan Agama Islam dan Penulis Bangka Selatan
MINAT baca buku dan pemahaman literasi generasi Z dan generasi Alpha cenderung masih cukup rendah. Anak-anak lebih fokus dan tertarik pada aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan gadget seperti bermain game, media sosial, dan kegiatan-kegiatan kurang bermanfaat lainnya.
Masalahnya adalah akibat dari aktivitas melalui gadget yang kebablasan, akan lahir masalah baru seperti judi online (judol), perundungan, intoleransi, kekerasan seksual, dan masalah sosial lainnya. Padahal, anak-anak generasi Z dan generasi Alpha tersebut merupakan generasi harapan dan penerus bangsa yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga dan memajukan bangsa Indonesia.
Buku adalah jendela dunia dan merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan. Dengan demikian, jika ingin memajukan sebuah negara, maka perlu menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan unggul, salah satunya melalui gebrakan atau strategi dalam rangka untuk meningkatkan minat baca buku generasi penerus bangsa Indonesia. Rata-rata negara-negara yang maju dengan pesat, para generasi penerus bangsa dan masyarakatnya gemar membaca buku dan sangat mencintai ilmu.
Salah satu sarana dan prasarana sekolah yang memiliki peran dan tanggung jawab dalam meningkatkan minat baca buku peserta didik ialah perpustakaan sekolah. Oleh karena itu, perpustakaan sekolah hendaknya dapat dioptimalkan untuk mencetak generasi penerus bangsa yang berilmu pengetahuan, berawasan luas, cerdas dan berkarakter.
Perpustakaan sekolah bukan hanya sekadar hiasan atau syarat pelengkap saja seperti yang terjadi beberapa sekolah di Indonesia. Perpustakaan sekolahnya ada dengan bangunan yang super mewah dan kokoh, akan tetapi tidak tertata dengan rapi serta tidak ada aktivitas atau kegiatan yang dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan minat baca buku peserta didik.
Kesadaran untuk mengoptimalkan peran perpustakaan sekolah perlu ditanamkan sejak dini. Pustakawan sekolah atau petugas perpustakaan memiliki tanggung jawab yang sangat krusial dalam mendesain dan menghidupkan perpustakaan sekolah. Pihak sekolah, para guru, pegawai, dan seluruh warga satuan pendidikan hendaknya dapat ikut membantu dalam mengoptimalkan peran perpustakaan sekolah.
Menurut hemat penulis, beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan peran perpustkaan sekolah antara lain adalah sebagai berikut:
1. Optimalisasi pustakawan, sarana dan prasarana
Salah satu upaya untuk mengoptimalkan peran perpustakaan sekolah ialah dengan menyediakan pustakawan yang mumpuni dan sarana prasarana yang memadai. Pustakawan memiliki tanggung jawab dalam mendesain perpustakaan sekolah dan mengelola perpustakaan sekolah agar dapat berperan seoptimal mungkin untuk meningkatkan minat baca buku peserta didik. Pihak sekolah hendaknya dapat mendukung optimalisasi peran perpustakaan sekolah dengan berupaya menyediakan fasilitas dan sarana prasarana terkait perpustakaan sekolah seperti buku-buku terbaru sesuai dengan kebutuhan peserta didik, meja dan kursi baca, dan lain sebagainya.
2. Kegiatan yang menarik dan menyenangkan
Salah satu tanggung jawab dari pustakawan ialah membuat program atau kegiatan yang menarik dan menyenangkan agar dapat menarik minat baca buku para peserta didik. Beberapa contoh program atau kegiatan tersebut, antara lain, jadwal kunjungan perpustakaan, event pada bulan bahasa, program dan kegiatan yang berkolaborasi dengan komunitas baca dan lain sebagainya.
Selain itu, sekolah di seluruh tanah air saat ini rata-rata sudah mendapatkan bantuan papan tulis interaktif dan laptop. Oleh karena itu, sarana dan prasarana tersebut hendaknya dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan minat baca buku dan literasi peserta didik seperti untuk mengakses buku digital dan lain sebagainya.
3. Perpustakaan sekolah berbasis digital
Zaman modern seperti yang terjadi saat ini tidak dapat dilepaskan dari teknologi. Oleh karena itu, perpustakaan sekolah berbasis digital sangat diperlukan dalam rangka optimalisasi peran perpustakaan sekolah. Hal ini dapat dimulai dengan cara yang paling sederhana, misalnya dengan membuat presensi kunjungan berbasis digital dan lain sebagainya
| Alam Bangka Selatan Jadi Arena Trabas, TRASI 2026 Datangkan Rider Luar Pulau |
|
|---|
| Dapat Imbalan Lahan di Belakang GOR Toboali, Peran Dua ASN Bangka Selatan di Kasus Mafia Tanah |
|
|---|
| Dari Sampah jadi Uang, Pemkab Bangka Selatan Targetkan Bank Sampah Ada di Setiap Desa |
|
|---|
| Timbunan Sampah di Bangka Selatan Tembus 31 Ribu Ton, Delapan TPS3R Diusulkan Dibangun 2026 |
|
|---|
| Polisi Sterilisasi Gedung Jelang Natal Oikoumene di Bangka Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250104_Rudiyanto.jpg)