Berita Bangka Selatan
Harga Ikan Merangkak Naik, Warga Toboali Tetap Konsumsi
Cuaca ekstrem berupa ombak besar dan angin kencang membuat harga ikan di Bangka Selatan naik hingga Rp10.000 per kilogram. Meski ...
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Cuaca ekstrem berupa ombak besar dan angin kencang yang melanda perairan Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dalam beberapa pekan terakhir berdampak pada kenaikan harga ikan di pasar tradisional. Harga berbagai jenis ikan tercatat mengalami kenaikan hingga Rp10.000 per kilogram.
Salah satu pedagang ikan di Pasar Tradisional Toboali, Setiawati (55), saat ditemui bangkapos.com, tampak sibuk membersihkan ikan di lapaknya di Pasar Tradisional Toboali. Perempuan paruh baya itu duduk jongkok di atas lantai pasar yang lembap. Mengenakan kerudung merah, baju lengan panjang bergaris, celana panjang, serta sepatu bot karet berwarna gelap untuk melindungi kaki dari genangan air dan sisa-sisa ikan.
Dengan tangan cekatan, ia memegang sebilah pisau kecil sambil membersihkan sisik dan isi perut ikan di atas talenan kayu yang sudah tampak aus akibat penggunaan bertahun-tahun. Di sekelilingnya terlihat berbagai perlengkapan dagang sederhana, seperti baskom plastik, ember berisi air, timbangan manual, serta wadah berisi ikan segar yang siap dijual kepada pembeli. Sisa-sisa sisik dan potongan ikan tampak menumpuk di dekat talenan, menandakan aktivitas jual beli yang sudah berlangsung sejak pagi hari.
Setiawati mengatakan kenaikan harga ikan sudah terjadi sejak hampir empat pekan terakhir. Bahkan turut dirasakan pada hampir semua jenis ikan yang banyak dikonsumsi masyarakat.
“Sudah hampir satu bulan ini harga ikan naik. Rata-rata naik Rp5.000 sampai Rp7.000 per kilo bahkan ada yang sampai Rp10.000 per kilogram,” kata dia kepada Bangkapos.com.
Dirinya merinci, harga ikan kakap yang sebelumnya dijual Rp65.000 per kilogram kini naik menjadi Rp70.000 per kilogram. Ikan kembung yang sebelumnya berada di kisaran Rp40.000–Rp50.000 per kilogram, saat ini tembus Rp60.000 per kilogram. Sementara ikan cermin yang sebelumnya dijual Rp50.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram.
Menurut Setiawati, kenaikan harga ikan dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Seperti ombak besar dan angin kencang, sehingga aktivitas nelayan untuk melaut menjadi terbatas. Pasalnya, ketika cuaca sedang tidak bagus, nelayan susah melaut. Secara otomatis pasokan ikan berkurang dan harga mengalami kenaikan.
“Kenaikan ini karena faktor cuaca ekstrem. Akibatnya, banyak nelayan yang tidak bisa pergi melaut,” ujar Setiawati.
Meski harga ikan mengalami kenaikan, Setiawati menilai daya beli masyarakat masih tergolong normal. Sebab, ikan merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat Toboali yang tetap dicari meski harganya meningkat. Ia juga memastikan bahwa stok ikan di Pasar Tradisional Toboali sejauh ini masih aman dan belum mengalami kelangkaan. Namun, para pedagang berharap harga ikan dapat kembali stabil seiring membaiknya kondisi cuaca.
“Kami berharap ke depan harga bisa turun pelan-pelan. Kalau cuaca membaik, nelayan bisa melaut lagi dan pasokan lancar,” sebutnya.
Pemerintah Pantau Harga Ikan
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan, Era Fitrawati, membenarkan adanya kenaikan harga ikan di pasar tradisional. Kenaikan tersebut dinilai masih dalam kategori wajar dan tidak terlalu signifikan.
“Harga ikan di pasar tradisional memang sudah kami pantau. Ada kenaikan, tetapi tidak signifikan,” kata Era Fitrawati.
Era Fitrawati menyebut beberapa komoditas ikan yang mengalami kenaikan harga. Di antaranya ikan kembung yang sebelumnya dijual di kisaran Rp30.000–Rp40.000 per kilogram, kini naik menjadi sekitar Rp50.000 per kilogram. Selain itu, ikan tenggiri yang sebelumnya dijual Rp50.000–Rp55.000 per kilogram, kini berada di kisaran Rp60.000–Rp65.000 per kilogram.
Untuk ikan tongkol, biasanya Rp30.000 per kilogram, sekarang mencapai Rp40.000 per kilogram. Kenaikan harga ikan sudah terjadi sejak menjelang tahun baru seiring meningkatnya konsumsi masyarakat. Hingga memasuki pekan kedua Januari 2026, harga tersebut belum sepenuhnya kembali normal. Selain karena konsumsi meningkat, faktor cuaca ekstrem juga sangat berpengaruh.
“Ombak besar dan angin kencang membuat nelayan kesulitan melaut. Ditambah lagi adanya pembelian ikan dalam jumlah besar,” jelas Era.
Meski demikian, Era Fitrawati menegaskan, harga ikan bersifat fluktuatif dan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Ia memperkirakan harga ikan akan berangsur turun dalam satu pekan ke depan apabila kondisi cuaca membaik. Terkait daya beli masyarakat, ia menilai kondisinya masih cukup tinggi. Hal ini karena ikan merupakan kebutuhan utama masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan seperti Toboali.
“Walaupun harga naik, masyarakat tetap membeli. Daya beli masih cukup baik karena ikan memang menjadi kebutuhan sehari-hari,” ucap Fitrawati. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| 158 Jemaah Haji Basel Siap Berangkat, Pemda Tekankan Kesiapan Fisik dan Mental |
|
|---|
| Antrean Haji di Babel Capai 30 Tahun, Warga Basel Harus Tunggu 3 Dekade! |
|
|---|
| Geopolitik Timur Tengah Tak Ganggu Keberangkatan, 158 Jemaah Haji Basel Siap Berangkat |
|
|---|
| Delapan Jabatan Kepala OPD Masih Kosong, Pemkab Basel Siapkan Pelantikan Lanjutan |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Optimalkan RMP Batu Betumpang, Dorong Ekonomi Petani |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260114-HARGA-IKAN-NAIK-Seorang-pedagang-ikan-ketika-tengah-membersihkan.jpg)