Senin, 8 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Yudisium Program Sarjana dan Magister, Rektor Universitas Pertiba Tekankan Pemanfaatan AI

Universitas Pertiba menggelar yudisium program sarjana dan magister Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Fakultas Hukum untuk periode I tahun 2025-2026.

Tayang:
Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Fitriadi
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
YUDISIUM SARJANA - Universitas Pertiba menggelar yudisium program sarjana dan magister Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Fakultas Hukum untuk periode I tahun 2025-2026, Sabtu (14/2/2026). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Universitas Pertiba (Uniper) menggelar yudisium program sarjana dan magister Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Fakultas Hukum untuk periode I tahun 2025-2026 di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, Sabtu (14/2/2026).

Rektor Uniper, Suhardi mengatakan, dengan menyandang gelar Magister Manajemen atau S2 dapat berkontribusi bagi daerah.

"Harapannya bisa berkiprah secara nyata, berdampak membantu masyarakat, membantu negara ini. Paling penting adalah menggunakan semua ilmunya dengan sebaik-baiknya, kalau dia pejabat ataupun dia ASN harus amanah. Gunakan ilmunya, untuk mengabdi kepada masyarakat," kata Suhardi.

Pihaknya juga menekankan kehadiran Artificial Intelligence (AI), yang harus bijak dalam mempergunakan kemajuan teknologi. 

"Tentunya ilmunya harus punya, konsepnya harus punya. Penguasaan konsep itu penting dalam penggunaan AI, menggunakan AI itu tentunya orangnya harus pintar. Maka smart technology, harus dibarengi dengan smart people," tuturnya. 

Pihaknya pun berharap para alumni mampu memanfaatkan AI, khususnya dalam bidang pekerjaan dengan mengarahkan berbagai kebijakan secara tepat.

"Jika digunakan dengan tepat akan membantu pekerjaan, apakah secara teori, praktik, ataupun kemaslahatan dan itu yang paling penting," ucapnya.

Sementara itu untuk di dunia pendidikan, Suhardi mengungkapkan penggunaan AI belum tertata secara maksimal. 

"Orang masih latah menggunakan AI untuk sehingga untuk memudahkan pekerjaan mereka, tetapi mereka lupa tidak menyandarkan ilmunya pada penggunaan AI tersebut. Sehingga yang penting pokoknya barang ini selesai, namun tidak bisa seperti itu. Tetap dia harus apa namanya itu meletakkan pikiran, ide, dan gagasan mereka di dalam mengaplikasikan AI tersebut," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved