Selasa, 7 April 2026

Ramadhan 2026

Berdasarkan Hisab, Warga Muhammadiyah Mulai Rabu sudah Berpuasa Ramadhan

Sarbudiono, mengatakan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 18 Februari 2026 berdasarkan metode

Penulis: Riki Pratama | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Riki Pratama
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bangka Barat, Sarbudiono. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Warga Muhammadiyah di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, dipastikan mulai menjalani puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Rabu (18/2/2026) besok. 

Kemudian umat muslim Muhammadiyah bakal menjalankan salat tarawih pada, Selasa (17/2/2026) malam ini.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bangka Barat, Sarbudiono, mengatakan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 18 Februari 2026 berdasarkan metode hisab.

Ia menyampaikan, keputusan tersebut mengacu pada perhitungan hisab yang telah menjadi pedoman Muhammadiyah melalui kalender hijriah global tunggal.

Baca juga: Breaking News: Hilal Awal Ramadhan 1447 Hijriah di Bangka Belitung Tak Terlihat

“Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah pada 18 Februari 2026 berdasarkan hisab. Berkenaan dengan itu, saya selaku pimpinan daerah mengajak seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah untuk bersama-sama memakmurkan masjid melaksanakan salat tarawih,” kata Sarbudiono, kepada Bangkapos.com, Selasa (17/2/2026) di Mentok.

Dia menjelaskan, penggunaan hisab merupakan, upaya untuk menyatukan penetapan tanggal, bulan, dan tahun hijriah, termasuk waktu-waktu ibadah umat Islam serta hari-hari besar keagamaan.

“Kalender hijriah global tunggal ini merupakan suatu upaya untuk menyatukan proses penetapkan tanggal, bulan dan tahun, serta waktu-waktu, ibadah solat, maupun terkait dengan hari-hari besar Islam," katanya.

"Muhammadiyah menggunakan hisab karena Al-Qur’an mengajarkan umat Islam untuk memanfaatkan teknologi dalam rangka, memudahkan kita dalam beribadah," lanjutnya.

Meski demikian, ia mengakui adanya perbedaan metode penetapan awal Ramadan di kalangan umat Islam. Namun hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk menjalankan ibadah dengan baik-baiknya.

Ia mengajak, sebagai umat Islam tetap melaksanakan ibadah Ramadan dengan sebaik-baiknya. Karena bulan Ramadan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved