Berita Bangka Selatan
Dukung Program Swasembada Pangan, Pemkab Bangka Selatan Ekspansi Lahan Pertanian hingga 25 Persen
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menggenjot program ketahanan pangan
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus menggenjot program ketahanan pangan. Caranya dengan melakukan ekspansi lahan tanam hingga ribuan hektare dalam mendorong produksi pangan lokal. Kebijakan selaras guna memperkuat posisi Kabupaten Bangka Selatan menjadi daerah utama lumbung pangan.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, mengatakan sepanjang tahun 2025 terjadi peningkatan luas tanam dari sebelumnya sekitar 6.000 hektare menjadi 8.000 hektare.
Terjadi penambahan luas tanam sekitar 1.500 hektare atau meningkat sekitar 25 persen. Kondisi ini merupakan program ekspansi lahan pertanian guna mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam mewujudkan program swasembada pangan.
“Memang pada tahun 2025 kita ada penambahan luas tanam. Semula hanya mencapai 6.000 lebih hektare bertambah sampai hampir 8000 hektare,” kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (23/2/2026).
Menurutnya penambahan luas tanam tersebut merupakan hasil dari sejumlah program berkelanjutan. Terutama optimalisasi lahan rawa yang telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.
Optimalisasi lahan rawa adalah upaya memanfaatkan dan meningkatkan fungsi lahan rawa agar bisa digunakan secara produktif untuk pertanian, khususnya tanaman pangan seperti padi. Secara sederhana, lahan rawa yang sebelumnya tergenang, kurang terkelola, atau belum dimanfaatkan secara maksimal, diperbaiki dan ditata agar layak ditanami.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan.
Memasuki 2026, pemerintah daerah kembali memasang target ambisius. Luas tambah tanam (LTT) tanaman pangan ditargetkan meningkat sekitar 100 hingga 300 hektare dibandingkan 2025. Target tersebut diharapkan mampu mendongkrak produksi pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras. Peningkatan luas tanam merupakan agenda berkelanjutan yang diupayakan terjadi setiap tahun.
“Fokus utama saat ini adalah memaksimalkan potensi lahan pertanian yang tersedia melalui rehabilitasi lahan sawah,” ujar Risvandika.
Program rehabilitasi lahan sawah bertujuan memperbaiki, memulihkan, dan mengoptimalkan fungsi sawah yang mengalami penurunan kualitas atau tidak lagi produktif.
Lahan yang sebelumnya terbengkalai, rusak, atau memiliki sistem pengairan yang kurang baik, ditata ulang agar kembali layak untuk ditanami, khususnya padi. Rehabilitasi dilakukan untuk menyempurnakan lahan, baik dari sisi irigasi, tata kelola air, maupun pengelolaannya.
Perbaikan infrastruktur dasar pertanian, seperti saluran irigasi dan sistem drainase, menjadi titik krusial dalam program tersebut. Dengan sistem pengairan yang lebih memadai, petani dapat meningkatkan intensitas tanam dan meminimalkan risiko gagal panen akibat kekurangan atau kelebihan air.
Selain rehabilitasi, pemerintah juga mendorong pemanfaatan lahan tidur, sawah rusak, maupun lahan yang selama ini tidak berfungsi maksimal.
“Langkah ini dinilai efektif untuk menambah luasan tanam tanpa harus membuka lahan baru secara besar-besaran,” ucapnya.
Kendati demikian kata Risvandika, peningkatan luas tanam tidak hanya berdampak pada naiknya produksi pangan daerah, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap kesejahteraan petani. Dengan lahan yang lebih luas dan produktif, peluang peningkatan hasil panen dan pendapatan petani pun semakin besar.
| Reformasi Hukum Dimulai dari Desa, Pemkab Basel Perkuat Paralegal Lewat Posbankum |
|
|---|
| Kronologi Detik-detik Rekan Dengar Teriakan Tolong Doli, Lihat Buih di Lokasi Perahu Terbalik Korban |
|
|---|
| Secara Manual, Ratusan Warga Delas Sisir Sungai Nyireh Cari Doli yang Hilang Diduga Diterkam Buaya |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Raih Predikat Istimewa Reformasi Hukum 2025 |
|
|---|
| Ketua Baru PWI Bangka Selatan Dilantik, Debby Vita Dewi: Peran Besar Bagi Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260223-Risvandika.jpg)