Tribunners
Indonesia Emas 2045 Tidak Bisa Dibangun dari Perut Kenyang Saja
Indonesia Emas 2045 juga tentang generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter. Dan karakter itu dibentuk oleh guru.
Apakah perhatian kita terhadap pendidikan sudah benar-benar seimbang? Saya tidak sedang membandingkan mana yang lebih penting antara siswa dan guru, jelas keduanya sama-sama penting. Anak-anak memang perlu makan yang cukup. Tetapi guru juga perlu hidup dengan layak.
Pendidikan adalah ekosistem yang jika salah satu bagian lemah, keseluruhan sistem ikut terganggu. Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang generasi yang sehat secara fisik, melainkan juga tentang generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter. Dan karakter itu dibentuk oleh guru.
Kita bisa membangun dapur MBG di banyak daerah. Kita bisa memastikan ribuan porsi makanan tersalurkan setiap hari. Tetapi kalau guru masih merasa tidak dihargai, maka semangat pendidikan akan perlahan melemah.
Pendidikan tidak bisa hanya dibangun dari program yang terlihat besar dan populer. Pendidikan dibangun dari ruang kelas yang hidup, dari guru yang mengajar dengan hati yang tenang, dari sistem yang adil dan berpihak.
Kalau kita benar-benar ingin Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, maka kita harus berani jujur melihat kekurangan yang ada hari ini. Kita perlu mengevaluasi, memperbaiki, dan menempatkan guru sebagai prioritas yang nyata, bukan hanya simbol. Karena pada akhirnya, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh apa yang dimakan anak-anak hari ini, tetapi oleh bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang mendidik mereka setiap hari.
Indonesia Emas 2045 tidak bisa dibangun dengan perut kenyang saja. Ia juga harus dibangun dengan keadilan, keseimbangan, dan penghargaan yang layak bagi para guru. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260308_Taslim-Reftiardana.jpg)