Kamis, 16 April 2026

Berita Bangka Belitung

Curahan Isi Hati Wakil Gubernur Babel Hellyana, Berharap Bisa Bertemu Empat Mata

Wakil Gubernur Bangka Belitung Hellyana mengungkap belum terjalin komunikasi intens dengan Gubernur dan berharap dapat segera ..

Video Bangkapos
Wakil Gubernur Bangka Belitung Hellyana, saat podcast bersama Bangka Pos, Selasa (17/3/2026). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana, mengaku hingga saat ini belum menjalin komunikasi secara intens dengan Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani.

Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara eksklusif  dalam podcast Bangka Pos, terkait jalinan hubungan diantara orang nomor satu dan dua di Negeri Serumpun Sebalai, pada Selasa (17/3/2026) malam.

Hellyana mengungkapkan, komunikasi dengan gubernur sejauh ini hanya terjadi dalam forum resmi dan belum pernah dilakukan secara langsung atau empat mata.

Berikut wawancara eksklusif bersama Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana

Q : Apa saja yang telah dilakukan selama 11 bulan?
A : Lebih banyak turun ke masyarakat, UMKM, petani, nelayan, penambang. Jadi lebih fokus, untuk dekat dengan masyarakat 

Q : Apa bentuk konkret bertemu dengan masyarakat?
A : Misal ketemu penambang bagaimana isu lingkungan, reklamasi jadi kita memberikan edukasi juga kepada masyarakat. Lalu memberikan advokasi kepada mereka agar tidak terjerat hukum, menjaga koridor yang ada.

Q : Apakah ada interaksi dengan internal Pemerintahan?
A : Alhamdulillah 1 bulan atau diawal pelantikan, sempat ikut rapat anggaran. Waktu itu hubungan dengan ASN lebih mudah ketika butuh data, dan delegasi dari Gubernur juga ada.

Q : Apa yang menjadi pemicu ketidakharmonisan ini
A : Saya juga tidak paham, mungkin saat satu bulan setengah itu lagi semangat sibuk kerja mungkin sedikit waktu mungkin bertemu dengan Gubernur. Saya harap dipanggil Gubernur, bertemu empat mata dengan beliau.

Q : Apakah belum ada komunikasi dengan Gubernur Bangka Belitung?.
A : Belum ada, kalau ada acara ya saat itu saja. Kita hanya acara terbuka saja, tidak berbicara secara empat mata.

Q : Apa yang sudah dilakukan Ibu Hellyana?
A : Saya beberapa kali berupaya untuk menghadap, tapi semakin kesini semakin renggang. Memang saya pernah mungkin menambah ketersinggungan beliau, pernah bersurat ke DPR, Kemendagri terkait pembatasan wewenang untuk perjalanan dinas.

Q : Apa tujuan bersurat ke Kemendagri?
A : Tujuannya, hanya ingin diberikan ruang yang luas untuk bekerja. Seperti misalnya ada undangan di Bangka induk menghadiri wisuda, waktu itu kan sempit kadang karena saya merasa hutang dengan masyarakat kalau tidak hadir. Jadi saya pergi sendiri jadi mungkin yang membuat pak Gubernur tersinggung, dianggap tidak koordinasi.

Q : Apakah semua undangan dari masyarakat, terinformasikan ke Gubernur?
A : Waktunya padat tapi kalau setiap undangan saya telepon, mungkin tidak. Sesekali saya memberi tahu, namun tetap kalau delegasi perintah beliau.

Q : Sebagai Wakil Gubernur apakah menjadi kewajiban atau tidak, ketika apapun yang dilakukan dalam kapasitas Wakil Gubernur untuk menginformasikan ke Gubernur?
A : Saya belum ketemu, kalau harus lapor semuanya sedetail-detailnya. Untuk hal yang penting wajib, kalau sifatnya undangan atau turun ke umkm masih bisa tidak kasih tahu ya tidak apa-apa. Masih besa terdeteksi, karena tidak pergi jauh-jauh.

Q : Bagaimana upaya permintaan maaf ke Gubernur Bangka Belitung?
A : Saya sudah meminta maaf melalui media, tapi ketika saya mau bertemu ajudannya bilang bapak lagi tidak bisa ditemui. Saya tidak tahu, apakah beliau atau ajudannya yang tidak paham.

Q : Apakah belum ada komunikasi sama sekali?
A : Saya harap bicara empat mata, terbuka lah.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved