Berita Bangka Selatan
Drone Diklaim Bikin Kerja Petani di Basel Lebih Efisien hingga 90 Persen
Penggunaan drone di sektor pertanian Bangka Selatan mampu memangkas waktu kerja hingga dua kali lipat. Teknologi ini menjadi ...
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penggunaan drone dalam aktivitas pertanian di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ) mulai menunjukkan hasil positif. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat proses kerja hingga hampir dua kali lipat dibandingkan metode manual, sekaligus meningkatkan efisiensi hingga 90 persen.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, mengungkapkan pemanfaatan teknologi drone dampak signifikan terhadap peningkatan efektivitas kerja di sektor pertanian. Penggunaan drone mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan hingga 85 sampai 90 persen dibandingkan metode manual. Inovasi ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam mendorong modernisasi pertanian.
“Penggunaan drone ini mampu meningkatkan efisiensi kerja hingga 85 sampai 90 persen dibandingkan cara manual,” kata Risvandika kepada Bangkapos.com, Kamis (26/3/2026).
Risvandika membeberkan penerapan drone menjadi solusi atas berbagai keterbatasan tenaga dan waktu di lapangan. Teknologi ini memungkinkan pekerjaan seperti pemupukan dan penyemprotan dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Dengan demikian, produktivitas petani dapat ditingkatkan secara signifikan.
Saat ini, pemerintah daerah telah menerima tiga unit drone yang digunakan untuk tahap awal uji coba. Meski jumlahnya masih terbatas dari usulan sebanyak 15 unit, pemanfaatan teknologi ini sudah mulai diterapkan di lapangan. Fokus utama penggunaan masih pada pelatihan operator dan pengujian efektivitas alat.
Baca juga: Tinggalkan Cara Manual, Pertanian di Kabupaten Bangka Selatan Kini Pakai Drone
“Kita maksimalkan dulu tiga unit ini untuk uji coba dan pelatihan sebelum diperluas,” jelasnya.
Penggunaan drone difokuskan di Desa Rias, Kecamatan Toboali dan Desa Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar. Kedua wilayah ini dipilih sebagai lokasi percontohan untuk mengukur dampak langsung terhadap aktivitas pertanian. Hasil dari uji coba tersebut akan menjadi dasar pengembangan program ke wilayah lain.
Dalam praktiknya, drone digunakan untuk menyemprot pestisida dan menebar pupuk cair secara merata. Teknologi ini mampu menjangkau area yang luas dalam waktu singkat, bahkan pada medan yang sulit diakses. Selain itu, penggunaan drone juga mengurangi risiko paparan bahan kimia bagi petani.
“Pekerjaan yang biasanya memakan waktu berhari-hari bisa diselesaikan dalam hitungan jam,” sebutnya.
Efisiensi yang dihasilkan tidak hanya dari sisi waktu, tetapi juga penggunaan sumber daya. Penyemprotan yang lebih presisi mampu mengurangi pemborosan bahan kimia dan air. Hal ini berimbas pada penurunan biaya operasional dalam jangka panjang sekaligus menjaga kualitas lingkungan.
Ke depan, distribusi drone akan disesuaikan dengan potensi lahan pertanian di masing-masing wilayah. Sejumlah daerah seperti Desa Serdang di Kecamatan Toboali dan Desa Pergam di Kecamatan Airgegas telah masuk dalam rencana pengembangan. Pemerintah daerah menargetkan pemerataan teknologi untuk mendorong peningkatan produksi pangan.
Selain meningkatkan efektivitas kerja, drone juga mampu memetakan lahan secara tiga dimensi dan memantau kesehatan tanaman. Data yang dihasilkan membantu petani dalam mengambil keputusan yang lebih akurat. Dengan pendekatan berbasis teknologi, sektor pertanian di Bangka Selatan diharapkan semakin kompetitif.
“Kami optimis inovasi ini akan meningkatkan hasil panen sekaligus kesejahteraan petani,” ucapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
| Tinggalkan Cara Manual, Pertanian di Kabupaten Bangka Selatan Kini Pakai Drone |
|
|---|
| Jumlah Perusahaan di Bangka Selatan Tembus 206, Pengangguran Mulai Tertekan |
|
|---|
| Serapan Tenaga Kerja di Bangka Selatan Naik 31 Persen, Tembus 3.796 Orang |
|
|---|
| Daftar 3 Pejabat Utama Polres Bangka Selatan Dirotasi, Kasat Reskrim Diganti AKP Imam Satriawan |
|
|---|
| Operasi Ketupat Menumbing 2026 Berakhir, Polisi Soroti Keselamatan Arus Balik dan Wisata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260326-DRONE-PERTANIAN-Sejumlah-pegawai-dari-Dinas-Pertanian-Pangan-123.jpg)