Breaking News
Selasa, 7 April 2026

Berita Bangka Selatan

Kapasitas 50 Hektar per Hari, Basel Butuh Tambahan 20 Drone Pertanian

Setelah menerima tiga unit drone, Pemkab Bangka Selatan kembali mengusulkan penambahan alat untuk memperluas pemanfaatan ...

Bangkapos.com/Cepi Marlianto/Cepi Marlianto
DRONE -- Drone bantuan dari pemerintah pusat yang berada  di Kantor Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Kamis (26/3/2026). Drone tersebut nantinya akan digunakan guna mendukung sektor pertanian. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus mendorong optimalisasi penggunaan drone di sektor pertanian. Setelah menerima tiga unit drone pada 2025, pemerintah daerah kembali mengusulkan penambahan unit guna memperluas jangkauan pemanfaatan teknologi tersebut.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika mengatakan, usulan penambahan drone telah diajukan dan saat ini masih dalam proses. Pemerintah daerah berharap distribusi bantuan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan alokasi yang tersedia. Dengan tambahan unit, penggunaan drone diharapkan semakin optimal di seluruh wilayah persawahan.

“Ke depannya kita juga akan mengusulkan kembali. Saat ini kita menunggu proses pengiriman yang dilakukan secara bertahap,” kata Risvandika kepada Bangkapos.com, Kamis (26/3/2026).

Risvandika mengungkapkan pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan baru mendapatkan alokasi tiga unit drone. Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal untuk menjangkau seluruh lahan pertanian. Oleh karena itu, pemerintah daerah menaruh harapan besar agar pada 2026 kembali mendapatkan tambahan bantuan.

Berdasarkan perhitungan teknis, satu unit drone mampu menjangkau hingga 50 hektar lahan dalam satu hari operasional. Kapasitas tersebut dinilai sangat membantu dalam mempercepat proses pemupukan dan penyemprotan tanaman. Namun, luasnya wilayah persawahan di Bangka Selatan membuat kebutuhan drone diperkirakan mencapai 15 hingga 20 unit.

Baca juga: Drone Diklaim Bikin Kerja Petani di Basel Lebih Efisien hingga 90 Persen

“Semoga di tahun 2026 ini kita kembali mendapatkan bantuan tambahan drone.Satu drone bisa menjangkau sekitar 50 hektar per hari,” jelas Risvandika.

Kemampuan drone menjangkau area luas dalam waktu singkat menjadi salah satu keunggulan utama dibandingkan metode konvensional. Selain efisiensi waktu, teknologi ini juga memungkinkan pekerjaan dilakukan secara lebih presisi. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan produktivitas pertanian di daerah tersebut.

RAKIT DRONE -- Sejumlah teknisi ketika merakit drone di Kantor Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Kamis (26/3/2026). Drone tersebut nantinya akan digunakan guna mendukung sektor pertanian.
RAKIT DRONE -- Sejumlah teknisi ketika merakit drone di Kantor Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Kamis (26/3/2026). Drone tersebut nantinya akan digunakan guna mendukung sektor pertanian. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto/Cepi Marlianto)

Tidak hanya itu, drone juga mampu menjangkau area yang sulit diakses oleh alat pertanian tradisional. Lahan dengan medan terjal atau kondisi tertentu yang sebelumnya menjadi kendala kini dapat diatasi dengan teknologi ini. Keunggulan tersebut menjadikan drone sebagai solusi efektif bagi berbagai karakteristik lahan di Bangka Selatan.

“Penggunaan drone juga sangat membantu petani, khususnya menjangkau lahan pertanian yang sulit,” ujarnya.

Sejalan dengan pengembangan ini kata Risvandika, pemerintah daerah tetap melanjutkan tahap uji coba dan pelatihan operator. Penguatan sumber daya manusia dinilai penting agar penggunaan drone dapat berjalan optimal. Dengan kesiapan operator, pemanfaatan teknologi ini dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Rencana penambahan drone juga akan disesuaikan dengan potensi wilayah persawahan di masing-masing kecamatan. Pemerataan distribusi menjadi prioritas agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara luas oleh petani. Pemerintah daerah menargetkan setiap kawasan pertanian memiliki akses terhadap penggunaan drone.

Penggunaan drone sebelumnya telah menunjukkan peningkatan efektivitas kerja hingga 85 sampai 90 persen dibandingkan metode manual. Efisiensi tersebut menjadi dasar kuat bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan program ini. Dengan tambahan unit, diharapkan dampak positif terhadap produksi pangan semakin meningkat.

“Upaya ini menjadi bagian dari transformasi pertanian menuju sistem yang lebih maju dan berkelanjutan,” ucapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved