Berita Bangka
Surat Pengunduran Kades Jada Bahrin Tak Digubris Bupati Fery Insani: Masalah Ini Saya Ambil Alih!
Surat pengunduran diri Kepala Desa (Kades) Jada Bahrin, Asari tak digubris Bupati Bangka Fery Insani.
Ringkasan Berita:
- Fery Insani dengan tegas mengatakan tidak akan menandatangani SK surat tersebut
- Asari mendadak mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Desa (Kades) Jada Bahrin, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka
- Pengunduran dirinya melalui secarik kertas yang ditandatanganinya di atas meterai
- Rombongan pejabat daerah Pemerintah Kabupaten Bangka langsung mendatangi kediamannya untuk meminta klarifikasi
BANGKAPOS.COM – Surat pengunduran diri Kepala Desa (Kades) Jada Bahrin, Asari tak digubris Bupati Bangka Fery Insani.
Fery Insani dengan tegas mengatakan tidak akan menandatangani SK surat tersebut.
Diketahui, Asari mendadak mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Desa (Kades) Jada Bahrin, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.
Pengunduran dirinya melalui secarik kertas yang ditandatanganinya di atas meterai.
Menyikapi adanya surat pengunduran diri Asari sebagai Kades Jada Bahrin, rombongan pejabat daerah Pemerintah Kabupaten Bangka langsung mendatangi kediamannya untuk meminta klarifikasi.
Baca juga: Beredar di Sosial Media, Begini Isi Surat Asari Mundur dari Jabatan Kades Jada Bahrin Bangka
Tampak hadir langsung Bupati Bangka Fery Insani ditemani oleh Camat Merawang Arie Pamungkas, Kapolsek Merawang Iptu M. Ryan Nofiandy dan Plh Kasatpol PP Bangka Achmad Suherman.
Hingga berita ini ditulis, proses diskusi antara kades Jada Bahrin, Asari dengan pejabat Pemda Bangka masih berlangsung di kediaman pribadi kades.
“Saya tidak mengizinkan untuk mengundurkan diri, enggak saya tandatangani SK-nya. Nanti kita cari solusinya, biar saya yang menjelaskan ke masyarakat. Masalah ini biar saya ambil alih,” kata Bupati Bangka, Fery Insani.
Polemik Tambang Ilegal
Bukan tanpa alasan, surat pengunduran diri itu ditandatanganinya lantaran adanya polemik tambang timah ilegal di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Desa Jada Bahrin, Kacamatan Merawang, Kabupaten Bangka.
Diakui Asari, alasan dia membuat pengunduran diri tersebut dilakukan karena dirinya dihadapkan pada dua pilihan sulit.
Sebab, ada sejumlah masyarakat yang menurutnya memprovokasi supaya penertiban tambang ilegal tersebut dilakukan dengan cara membakar TI rajuk ilegal yang jumlahnya ratusan unit.
Selain itu, jika tidak ingin menertibkan tambang ilegal, dirinya diminta oleh sejumlah masyarakat penambang lainnya untuk mengizinkan aktivitas pertambangan ilegal.
Baca juga: Daftar 3 Komandan Kapal Perang Resmi Diganti: Brawijaya-320, I Gusti Ngurah Ra-332, Yos Sudarso-353
“Saya enggak mau karena dua-duanya itu salah secara hukum. Makanya saya mengundurkan diri saja,” kata Asari kepada Bangkapos.com, Kamis (26/3/2026).
Isi Surat Pengunduran Asari
Dengan ini menyatakan bahwa saya mengundurkan diri dari jabatan saya selaku Kepala Desa Jada Bahrin, dengan mempertimbangkan kondisi Penambangan Timah Ilegal yang masih terus berlangsung sampai dengan saat ini di Kawasan Hutan Desa (Aset Desa) dan Daerah Aliran Sungai Jada Bahrin.
| Satpol PP Bangka Razia Miras, Sita Puluhan Botol Arak dari Dua Toko di Desa Pohin |
|
|---|
| Kapolres Bangka Ajak PJU dan Anggota Masuk Sel, Bagikan Nasi Bungkus ke Tahanan |
|
|---|
| Update Harga Sawit Hari Ini di Bangka, Tertinggi Rp 3.170 per Kg, Terendah Rp 2.880 per Kg |
|
|---|
| Kasus Malaria Sampai 107 Orang, Pemkab Bangka Perpanjang Status KLB dan Perketat Belinyu |
|
|---|
| Polisi dan Satpol PP Tertibkan Tambang Ilegal di Desa Mapur yang Bisa Merusak Jalan dan Jembatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260326-KADES-MENGUNDURKAN-DIRI.jpg)