Berita Bangka Selatan
Pemkab Bangka Selatan Baru Mencapai Target Imunisasi Dasar 7 sampai 8 Persen
Rendahnya persentase anak yang telah mendapatkan imunisasi lengkap berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit berbahaya
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Cakupan imunisasi dasar lengkap di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah di tengah tingginya target perlindungan kesehatan anak.
Rendahnya persentase anak yang telah mendapatkan imunisasi lengkap berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit berbahaya, tak terkecuali campak.
Pemerintah daerah pun mendorong percepatan capaian imunisasi guna melindungi generasi muda sejak dini. Upaya ini dinilai krusial untuk menekan angka kesakitan dan kematian pada anak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, Slamet Wahidin, bilang bahwa target imunisasi dasar lengkap pada tahun 2025 mencapai sekitar 4.000 anak.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.880 anak telah menjalani imunisasi dasar lengkap atau setara dengan 72 persen capaian. Meski demikian, angka tersebut masih perlu ditingkatkan agar seluruh anak mendapatkan perlindungan optimal.
“Untuk tahun 2025 target ada sekitar 4.000 anak dan sudah menjalani imunisasi dasar lengkap itu 2.500 orang,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Selasa (7/4/2026).
Memasuki tahun 2026 kata Slamet Wahidin, pemerintah daerah menetapkan sasaran imunisasi sebanyak 4.202 anak.
Target ini meningkat dibanding tahun sebelumnya sebagai upaya memperluas cakupan perlindungan kesehatan anak. Pemerintah berharap seluruh sasaran tersebut dapat tercapai secara maksimal melalui peningkatan partisipasi masyarakat.
Namun, secara umum capaian imunisasi dasar lengkap saat ini masih berada pada kisaran 7 hingga 8 persen dari total sasaran 2026.
Jika dihitung, angka tersebut setara dengan sekitar 294 hingga 336 anak yang telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam mengejar target nasional sebesar 95 persen hingga akhir tahun.
“Capaian imunisasi dasar lengkap saat ini masih sekitar 7-8 persen dan kami targetkan hingga akhir tahun bisa mencapai 95 persen,” jelas Slamet Wahidin.
Lebih jauh pemerintah daerah mengingatkan masyarakat, khususnya yang memiliki balita usia 0 hingga 2 tahun, untuk aktif mendatangi posyandu.
Layanan imunisasi campak menjadi salah satu fokus yang terus digencarkan guna mencegah penyebaran penyakit menular. Imunisasi tersebut diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh tenaga kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa imunisasi campak umumnya diberikan pada bayi usia 9 bulan dan 18 bulan. Selanjutnya, anak akan mendapatkan imunisasi lanjutan atau booster saat memasuki kelas 1 sekolah dasar. Pemberian imunisasi secara bertahap ini bertujuan untuk memperkuat kekebalan tubuh anak terhadap penyakit.
“Biasanya imunisasi campak ini dilakukan pada bayi usia 9 bulan dan 18 bulan, kemudian pada kelas 1 SD akan dilakukan imunisasi booster,” ucapnya.
| Pemkab Basel Perketat Pengawasan Alih Fungsi LP2B Jadi Perkebunan Kelapa Sawit |
|
|---|
| Dua Pencuri AC Klinik di Toboali Ditangkap, Terancam 7 Tahun Penjara |
|
|---|
| Satu Jembatan Garuda di Bangka Selatan Selesai Dibangun, Tiga Lainnya Masih Dalam Proses |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Terima Sapi Kurban Presiden, Bakal Disalurkan ke Desa Paku |
|
|---|
| Pria Asal Jakarta Ditangkap Polisi Gegara Mencuri Kabel Listrik di Taman Himpang Lima Toboali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260303-Kabid-Pencegahan-dan-Pengendalian-Penyakit-DKPPKB-Bangka-Selatan-Slamet-Wahidin.jpg)