Laut Perlang Tercemar Limbah
Cairan Kuning Gegerkan Laut Perlang
Perairan pesisir Desa Perlang Kabupaten Bangka Tengah mendadak menjadi sorotan setelah munculnya cairan berwarna kuning pekat di permukaan laut.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Perairan pesisir Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mendadak menjadi sorotan setelah munculnya cairan berwarna kuning pekat di permukaan laut.
Fenomena tak biasa itu membentuk pola menyerupai sarang lebah atau jaring laba-laba yang kontras dengan warna air laut di sekitarnya.
Rekaman video yang memperlihatkan kejadian tersebut beredar luas di media sosial dan memicu keresahan warga pesisir.
Berdasarkan informasi yang beredar, cairan itu pertama kali terlihat di sekitar perairan Desa Perlang sebelum terbawa arus ke tengah laut.
Di dermaga nelayan Desa Perlang, Senin (6/4/2026), aktivitas warga tetap berlangsung.
Sejumlah nelayan tampak merapikan peralatan usai melaut. Salah satunya, Mansur (50), mengaku sempat melihat langsung cairan tersebut beberapa hari sebelumnya.
“Sudah terlihat sejak minggu lalu, sekarang sudah mulai berkurang. Baunya tidak ada, tapi warnanya kuning seperti minyak,” kata Mansur.
Ia menjelaskan, cairan tersebut mengapung dan membentuk pola tidak beraturan di permukaan laut. Dalam video yang beredar, pola itu tampak seperti jaringan tipis yang saling terhubung dan menutupi sebagian area perairan.
Meski belum mengetahui sumber pastinya, Mansur menduga cairan tersebut berasal dari limbah pabrik pengolahan kelapa sawit di sekitar wilayah tersebut.
Temuan serupa juga terjadi beberapa hari setelah Lebaran Idulfitri 2026.
Mansur bersama nelayan lain menemukan cairan itu di kawasan muara sungai yang terhubung ke laut.
“Waktu kami menjaring ikan di muara, jaring yang awalnya putih langsung berubah jadi hitam. Itu sekitar hari keempat Lebaran. Kami menduga itu limbah dari perusahaan sawit,” ujarnya.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi nelayan karena berpotensi memengaruhi hasil tangkapan.
“Kalau bisa jangan terulang lagi. Kalau laut tercemar, pasti sulit cari ikan,” tambahnya.
Sanksi Administratif
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memastikan akan menjatuhkan sanksi administratif terhadap perusahaan yang diduga terlibat dalam pencemaran tersebut.
| Pengelola SPPG Angsana Toboali Bangka Selatan Minta Maaf ke Warga Seusai Dapur Meledak |
|
|---|
| Jokowi Tak Mau Turuti Permintaan Jusuf Kalla Tunjukkan Ijazah |
|
|---|
| Penyebab SPPG Angsana Toboali Meledak, BGN Sebut Berasal dari Mesin Pengering Ompreng |
|
|---|
| Dapur SPPG Angsana Meledak, Warga Toboali Panik, Kaca Pecah dan Dinding Rumah Mengalami Retak |
|
|---|
| Sekolah Rakyat di Bangka Selatan Siap Dibangun, 5.000 Keluarga Miskin Jadi Prioritas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/grafis-pencemaran-laut-perlang-bangka-tengah.jpg)