Berita Bangka Belitung
Lima SPPG di Babel Disuspend, Wakil Kepala BGN Beberkan Penyebabnya
Sebanyak lima SPPG di Bangka Belitung dihentikan sementara akibat pelanggaran SOP dan masalah kualitas makanan dalam program...
Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ) kembali menjadi sorotan. Sebanyak lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa disuspend atau dihentikan sementara akibat pelanggaran standar operasional dan persoalan kualitas makanan.
Hal ini diungkapkan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, usai rapat konsolidasi di Novotel Bangka Hotel and Convention Centre, Jumat (17/4/2026).
“Dari 106 SPPG, ada lima yang dihentikan,” ujarnya.
Sony menjelaskan, sejumlah alasan atau penyebab, SPPG yang mendapatkan sanksi suspend seperti adanya kasus yang menonjol terkait program MBG.
"Penyebab pelanggaran standar operasional prosedur, misalnya masak menunya besok daging ayam, daging ayamnya sudah disiapkan dari jam 16.00 wib sore lalu dibagikan atau dimakan jam 08.00 pagi. Berarti kan itu sudah 15 jam maka kemudian dilakukan penindakan, berhenti dulu sementara lakukan perbaikan," jelasnya.
Selain itu pihaknya juga menyoroti terkait dengan ketidaksesuaian, spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh BGN.
"Ada juga terkait sarana prasarana, di dapur SPPG yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh BGN. Ini juga di suspend, berhenti sementara untuk lakukan perbaikan. Setelah baik sesuai dengan spesifikasi, kemudian bersurat kepada BGN dioperasionalkan kembali," ungkapnya.
Baca juga: Wakil Kepala BGN: Rp3,9 Miliar per Hari Mengalir di Babel Lewat Program SPPG
Diberitakan sebelumnya, Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bangka Belitung kembali menjadi sorotan setelah sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sempat dihentikan operasionalnya akibat persoalan kualitas makanan.
Di Kota Pangkalpinang, tercatat dua SPPG dinonaktifkan sementara, sementara satu lainnya masih dalam tahap perbaikan. Kondisi ini menjadi catatan penting dalam pelaksanaan program nasional tersebut di daerah.
Kepala Regional Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Bangka Belitung, Nyayu Kurnia Ramadhini, mengakui adanya kendala di lapangan, termasuk temuan makanan yang tidak layak konsumsi.
"Satu SPPG terkendala pada produk pempek dari UMKM, di mana ditemukan adanya ulat. Setelah kami telusuri, kami langsung lakukan evaluasi, pembersihan, dan perbaikan," ujarnya kepada awak media, Kamis (16/4/2026).
Ia menegaskan, ke depan seluruh makanan yang disajikan akan dipastikan berasal langsung dari dapur SPPG guna menjaga kualitas dan higienitas.
"Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Produksi ke depan akan lebih dikontrol dari dapur SPPG," tegasnya.
Nyayu menyebutkan, satu dari dua SPPG yang sempat dinonaktifkan ditargetkan sudah dapat kembali beroperasi pada pekan depan, setelah melalui proses evaluasi dan perbaikan.
"Satu kemungkinan pekan depan sudah aktif kembali," katanya.
| Wakil Kepala BGN: Rp3,9 Miliar per Hari Mengalir di Babel Lewat Program SPPG |
|
|---|
| Polda Babel Bongkar Pengoplosan LPG Subsidi, Empat Pelaku Diamankan |
|
|---|
| Waspada Kekeringan dan Kebakaran Hutan di Bangka Belitung Agustus Hingga Oktober 2026 |
|
|---|
| Seleksi JPT Pratama Babel 2026 Mengerucut, Berikut Nama-nama Masuk Tiga Besar |
|
|---|
| Nasib Terkini Wagub Bangka Belitung Hellyana Terseret Dua Kasus Hukum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260417-Wakil-Kepala-Badan-Gizi-Nasional-BGN-Irjen-Pol-Purn-Sony-Sonjaya1.jpg)