Senin, 20 April 2026

Berita Pangkalpinang

Harga Dexlite Melonjak, Penjualan di Pertashop Anjlok hingga 60 Persen

Kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat penjualan Dexlite di Pangkalpinang merosot tajam. Konsumen beralih ke BBM lebih murah...

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy/Rizki Irianda Pahlevy
Perwakilan Pertashop Jembatan 12 33165, Damar saat diwawancarai Bangkapos.com, Minggu (19/4/2026). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 18 April 2026 berdampak luas, tidak hanya bagi pemilik kendaraan, tetapi juga pelaku usaha penjualan BBM seperti Pertashop.

Seperti yang terjadi di Pertashop Jembatan 12 33165, Pangkalpinang, yang kini mengalami penurunan signifikan dalam penjualan Dexlite. Kondisi tersebut terlihat dari sepinya pembeli sejak harga baru diberlakukan.

Perwakilan Perta Shop, Damar mengungkapkan, penurunan penjualan terjadi drastis dibandingkan sebelum kenaikan harga.

"Untuk Dexlite setelah naik, konsumen berkurangnya banyak. Biasa Rp 4 juta tapi sekarang Rp 1,5 juta, biasa sekitar 300 liter per hari, sekarang 100 liter saja belum,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).

Diketahui, kenaikan harga BBM nonsubsidi cukup signifikan. Pertamax Turbo naik Rp6.500 atau 48,7 persen menjadi Rp19.850 per liter dari sebelumnya Rp13.350 per liter.

Dexlite kini berada di angka Rp 24.150 per liter dari sebelumnya Rp14.500 per liter, atau naik sebesar Rp 9.650 atau 66,6 persen.

Sedangkan Pertamina Dex mengalami kenaikan menjadi Rp 24.450 per liter dari Rp14.800 per liter, atau naik Rp9.650 atau 65,2 persen.

"Konsumen kita kasih tahu dulu, banyak juga yang tidak jadi beli karena kenaikannya tinggi sekali. Banyak konsumen yang mungkin beralih, ke BBM dibawah dexlite," tuturnya.

Dengan kondisi tersebut pihaknya pun berharap, adanya penyesuan kembali terkait dengan tarif kenaikan BBM Non Subsidi.

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pembelian Pertamina Dex di Bangka Selatan Anjlok

"Harapannya untuk harga dexlite jangan kenaikan tinggi sampai 66 persen, kalau bisa dikurangi karena sangat jauh dari harga awal," ucapnya.

Tak hanya Perta Shop yang sepi pembeli, namun dari pantauan Bangkapos.com di SPBU Kampung Keramat, Kota Pangkalpinang juga mengalami nasib yang sama.

Dari pukul 05.40 wib hingga 06.30 wib, tidak ada pengendara yang mengisi kendaraan di jalur Dexlite. 

Padahal di SPBU Kampung Keramat, untuk jenis BBM Bio Solar terpantau sedang dalam pengiriman dan hanya tersedia Dexlite.

Lebih lanjut keluhan juga dirasakan Awaludin yang sehari-hari bekerja sebagai kurir jasa ekspedisi.

"Mobil saya ini beli hasil lelang jadi masih plat merah, jadi belum balik nama dan belum punya barcode jadi saya biasa pakai Dexlite," ucap Awaludin.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved