Rabu, 22 April 2026

Berita Pangkalpinang

BBM Non-Subsidi Naik, Tarif DAMRI Pangkalpinang Tetap Stabil

Perum DAMRI Cabang Pangkalpinang memastikan tarif angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) masih tetap stabil dan belum mengalami kenaikan

Penulis: Erlangga | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Bangkapos.com/Erlangga
Deretan bus dan minivan DAMRI Pangkalpinang. Di tengah kenaikan BBM non-subsidi, tarif tetap stabil—Mentok Rp100 ribu, Toboali Rp50 ribu, dan Kundi Rp45 ribu karena armada masih menggunakan solar subsidi pada Selasa (21/4/2026). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, Perum DAMRI Cabang Pangkalpinang memastikan tarif angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) masih tetap stabil dan belum mengalami kenaikan.

Layanan transportasi yang menghubungkan Pangkalpinang dengan sejumlah wilayah di Pulau Bangka ini masih menjadi pilihan masyarakat, terutama untuk rute-rute utama seperti Pangkalpinang menuju Mentok, Toboali hingga desa-desa di wilayah Bangka.

Petugas loket DAMRI Pangkalpinang, Ferdiansah menjelaskan bahwa hingga saat ini harga tiket masih bertahan seperti biasa.

“Untuk rute Pangkalpinang ke Mentok tarifnya Rp100 ribu per orang. Kemudian ke Toboali dan Desa Beriga itu Rp50 ribu per orang, sedangkan ke Desa Kundi Rp45 ribu,” kata Ferdiansah kepada Bangkapos, Selasa (21/4/2026).

Ia menegaskan, belum adanya penyesuaian tarif ini tidak lepas dari penggunaan bahan bakar oleh armada DAMRI yang masih menggunakan BBM subsidi jenis solar.

Menurutnya, seluruh armada yang beroperasi, baik bus maupun minivan seperti Hiace, tidak menggunakan BBM non-subsidi.

“Armada kita, baik bus besar maupun minivan, semuanya masih pakai solar subsidi. Jadi kemungkinan itu juga yang jadi pertimbangan pimpinan sehingga tarif belum dinaikkan,” jelasnya.

Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan biaya transportasi akibat lonjakan harga BBM non-subsidi, kondisi ini menjadi angin segar bagi penumpang.

“Untuk pembelian tiket penumpang juga masih stabil beberapa hari kemarin,” katanya.

Stabilnya tarif DAMRI dinilai membantu menjaga daya beli masyarakat, khususnya bagi mereka yang bergantung pada transportasi umum untuk mobilitas antardaerah.

Meski demikian, Ferdiansah tidak menutup kemungkinan adanya evaluasi tarif ke depan, tergantung kebijakan perusahaan dan kondisi operasional.

“Kalau ke depan ada perubahan, tentu akan mengikuti kebijakan dari pusat. Tapi untuk sekarang masih normal,” pungkasnya.

(Bangkapos.com/Erlangga)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved