Kamis, 30 April 2026

Berita Bangka Barat

Kasus Narkoba Libatkan Anak Meningkat, Polres Bangka Barat Luncurkan Program GEBER

Lonjakan kasus narkoba yang melibatkan anak di Bangka Barat mendorong kepolisian meluncurkan program edukasi dan pembinaan...

Tayang:
Bangkapos.com/Riki Pratama/Riki Pratama
EDUKASI REMAJA -- Kapolres Bangka Barat, melaksanakan program Gerakan Bimbingan dan Edukasi Remaja ke sejumlah siswa/i di Bangka Barat, foto diambil, Rabu (29/4/2026) di Mapolres Babar. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan anak berhadapan dengan hukum (ABH) menjadi perhatian serius di Kabupaten Bangka Barat. Tren peningkatan kasus pada awal 2026 mendorong aparat kepolisian mengambil langkah preventif melalui program pembinaan dan edukasi.

Data sepanjang 2025 mencatat sebanyak empat ABH terlibat dalam kasus narkoba dengan barang bukti sabu seberat 72,2 gram serta ekstasi 49,71 gram. Sementara itu, pada periode Januari hingga Februari 2026, jumlahnya meningkat menjadi enam ABH, meskipun dengan barang bukti sabu yang lebih kecil, yakni 23,16 gram.

Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, menyebut kondisi tersebut sebagai sinyal yang memerlukan perhatian dan penanganan lebih intensif.

"Program ini sangat baik dan tepat dilaksanakan, karena kita melihat secara nyata adanya peningkatan kasus yang melibatkan anak-anak dan remaja. Baik sebagai korban maupun pelaku," kata Kapolres AKBP Pradana Aditya Nugraha, kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).

Sebagai langkah konkret, Polres Bangka Barat meluncurkan program Gerakan Bimbingan dan Edukasi Remaja (GEBER). Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman serta pembinaan kepada generasi muda agar terhindar dari perilaku menyimpang, khususnya penyalahgunaan narkoba.

Kapolres, menambahkan kondisi tersebut menjadi perhatian serius sehingga diperlukan upaya pembinaan dan edukasi yang menyasar langsung kalangan pelajar.

"Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memberikan bimbingan agar generasi muda tidak terjerumus dalam perilaku menyimpang yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,"katanya.

Ia mengharapkan, keterlibatan berbagai pihak dalam program itu, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, hingga sekolah, menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved