Pemangkasan PPPK di Belitung Timur
Nakes di Beltim Cemas, Simulasi Pemangkasan PPPK Bikin Heboh
Ria mengulas kegelisahannya sebagai seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Dering telepon memecah suasana. Perempuan itu pun bergegas meski baru
saja membuka obrolan. Kepergiannya selama kurang lebih satu jam itu pun berujung pada raut wajah lelah.
Begitulah Ria, seorang tenaga kesehatan (Nakes) di Kecamatan Manggar, Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saat dibincangi Posbelitung.co (Grup Bangka Pos), Selasa (28/4). Dia harus pergi karena mendapat panggilan daru rat.
“Maaf, ada pasien di ruang tindakan butuh penanganan mendadak,” ujarnya.
Ria pun melanjutkan obrolan yang mengulas kegelisahannya sebagai seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Status Aparatur Sipil Negara (ASN) itu baru diperolehnya pada Agustus tahun lalu setelah mulai mengabdi di bidang kesehatan di Belitung Timur sejak tahun 2008. Kini, Ria dihantui kehilangan status tersebut setelah tersiar kabar bakal ada pemangkasan PPPK.
“Dengar kabar itu rasanya sedih dan cemas,” kata ibu dua anak itu. Ria tak pernah membayangkan, setelah belasan tahun mengabdi, status ASN yang baru ia pegang setahun itu harus lepas begitu saja.
“Tidak terpikir oleh saya kalau suatu saat harus jadi mantan ASN karena kontrak tidak diperpanjang. Rasanya
agak sakit sih,” ujarnya.
Kecemasan itu semakin bertambah lantaran kondisi orang tuanya saat ini dalam kondisi sakit dan sulit beraktivitas.
“Ada anak dua, dan orang tua juga sakit stroke. Otomatis saya yang harus peduli dan membiayai semuanya.
Kalau seandainya kontrak ini terputus, saya tidak tahu harus bagaimana lagi,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Belitung Timur, Dianita Fitriani tak menampik kabar pemangkasan PPPK yang di antaranya adalah tenaga kesehatan. Namun dia meyakini pemerintah kabupaten tidak akan berpangku tangan atas nasib para tenaga kesehatan tersebut.
“Sekarang kita jalankan dulu yang ada. Pemerintah daerah juga tidak mungkin diam dan pasti sedang memikirkan upaya-upaya yang akan dilakukan ke depan untuk mengatasi masalah ini,” kata Dianita, Selasa (28/4).
Dia menjelaskan saat ini terdapat 372 PPPK tenaga kesehatan yang bertugas di bawah naungan Dinkes. Jumlah tersebut merupakan mereka yang tersebar di berbagai fasilitas kesehatan se-Kabupaten Belitung Timur.
“Total personel PPPK di sektor kesehatan kita ada 372 orang. Jumlah ini mencakup tenaga kesehatan medis, tenaga administrasi, hingga tenaga pendukung lainnya,” ujar Dianita.
Adapun dari total 372 orang, sebanyak 157 orang di antaranya merupakan pegawai yang masa kontraknya akan berakhir pada bulan Juli 2026 ini. Artinya dalam hitungan bulan, sekitar 42 persen dari PPPK nakes di Beli tung Timur bisa saja kosong jika tidak ada solusi konkret dari pemerintah daerah.
Dianita mengatakan keberadaan 372 PPPK ini memegang peranan vital dalam sistem kesehatan daerah. Secara rasio, jumlah mereka mencakup sekitar 30 persen dari seluruh nakes yang ada di Belitung Timur.
| Video: Kantor Dishub Babel Terbakar, Api Menjalar hingga Atap |
|
|---|
| Kantor Dishub Babel Terbakar, Kadishub M. Haris Lapor ke Polda, Diduga Ada Oknum Sengaja Bakar |
|
|---|
| Video: Detik-detik IRGC Iran Ancam Tenggelamkan Kapal Perang AS di Selat Hormuz |
|
|---|
| Babel Punya 66.841 Hektare Mangrove, Potensi Besar untuk Ekonomi dan Lingkungan |
|
|---|
| Sama-sama Bikin Gerah, Ini Perbedaan Mencolok Musim Kemarau vs El Nino Menurut BMKG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260430-Bangka-Pos-Kamis-3042026.jpg)