Selasa, 5 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

Jelang Iduladha 2026, Pemkab Basel Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban

Pemkab Bangka Selatan turunkan tim dokter hewan hingga ke desa, pastikan hewan kurban sehat melalui pemeriksaan menyeluruh sebelum dan ...

Tayang:
Bangkapos.com/Cepi Marlianto/Cepi Marlianto
HEWAN KURBAN – Beberapa ekor sapi yang siap untuk menjadi hewan kurban di kandang peternakan sapi yang ada di wilayah Kecamatan Toboali, Senin (4/5/2026). Pemerintah daerah mulai melakukan pendataan untuk kebutuhan hewan kurban pada hari raya Iduladha tahun 2026. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan ( Basel ), Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan yang akan disembelih dalam kondisi sehat, layak, dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, mengatakan pihaknya telah menyiapkan petugas kesehatan hewan untuk melakukan pengawasan. Selain itu, pemerintah daerah juga bekerja sama dengan pihak karantina dalam proses pemantauan. Langkah ini menjadi bagian dari sistem pengawasan terpadu terhadap hewan kurban.

“Guna menjamin layak, kita memiliki petugas kesehatan hewan dan bekerja sama dengan pihak karantina,” kata Risvandika kepada Bangkapos.com, Senin (4/5/2026).

Risvandika menjelaskan bahwa tim dokter hewan akan diturunkan hingga ke tingkat desa di setiap kecamatan. Penugasan ini bertujuan untuk memastikan pengawasan berjalan merata di seluruh wilayah. Petugas akan memantau langsung proses pemotongan hewan kurban di lapangan. Selain itu, pengawasan juga dilakukan terhadap hewan kurban yang didatangkan dari luar daerah.

Pemerintah daerah bekerja sama dengan Balai Karantina dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memastikan kesehatan hewan tersebut. Koordinasi ini penting untuk mencegah masuknya hewan yang terindikasi penyakit. Setiap hewan yang baru datang akan melalui pemeriksaan khusus. Sementara itu, hewan dari peternak lokal tetap diawasi secara rutin setiap minggu. Untuk memastikan kondisi kesehatan hewan tetap terjaga.

“Nantinya akan kita lakukan pemeriksaan khusus hewan ternak yang baru datang, sedangkan yang lokal diawasi rutin,” ujar Risvandika.

Setiap tahun lanjut dia, pemerintah daerah menurunkan tujuh tim pengawas kesehatan hewan. Tim tersebut disebar di delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka Selatan. Mereka bertugas melakukan pemantauan dan pemeriksaan secara langsung di lapangan. Pengawasan ini juga bertujuan memastikan proses pemotongan hewan kurban memenuhi standar higiene dan sanitasi. Pemerintah daerah tidak hanya fokus pada kesehatan hewan, tetapi juga pada proses penyembelihan.

Baca juga: Stok Sapi Aman, Bangka Selatan Kekurangan Kambing Jelang Iduladha 2026

Hal ini penting untuk menjamin keamanan pangan bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan dilakukan melalui dua tahapan, yaitu ante mortem dan post mortem. Pemeriksaan ante mortem dilakukan sebelum penyembelihan untuk menilai kondisi fisik hewan. Beberapa aspek yang diperiksa meliputi usia, kesehatan gigi, serta indikasi penyakit.

Pada tahap ante mortem, petugas juga memeriksa kemungkinan adanya penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), flu, hingga antraks. Selain itu, tanda-tanda cacat fisik juga menjadi perhatian dalam proses pemeriksaan. Kondisi nafsu makan dan minum hewan turut menjadi indikator kesehatan.

“Pengecekan mencakup penyakit seperti PMK, flu, antraks, serta kondisi fisik dan nafsu makan hewan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi fisik hewan menjadi faktor utama dalam menentukan kelayakan kurban. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan hewan benar-benar sehat sebelum disembelih. Sementara itu, pemeriksaan post mortem dilakukan setelah penyembelihan berlangsung. Petugas akan melakukan inspeksi terhadap organ dalam hewan. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi adanya kelainan pada karkas maupun jeroan. Hasil pemeriksaan juga menjadi penguat dari temuan pada tahap ante mortem.

Pengawasan ini juga difokuskan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular. Pemerintah daerah tidak ingin risiko penyakit berdampak pada kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, langkah pencegahan dilakukan secara ketat dan terukur.

Selain pengawasan, pemerintah daerah juga terus melakukan vaksinasi hewan secara rutin. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan ternak di Bangka Selatan. Pembinaan kepada peternak mandiri juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas pemeliharaan hewan.

“Sampai saat ini vaksinasi hewan tetap rutin dilakukan dan pembinaan kepada peternak terus berjalan,” ucapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved