Rabu, 6 Mei 2026

Berita Bangka Barat

Lapas Pangkalpinang Hadirkan Panic Button untuk Warga Binaan Lansia

Inovasi panic button dalam program Smart Lansia diterapkan Lapas Pangkalpinang guna mempercepat respon darurat dan meningkatkan ...

Tayang:
Istimewa/ Lapas Kelas IIA Pangkalpinang
LUNCURKAN INOVASI -- Lapas Kelas IIA Pangkalpinang meluncurkan inovasi panic button dalam program smart lansia, Selasa (5/5/2026). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang menghadirkan inovasi panic button dalam program Smart Lansia sebagai upaya meningkatkan respon terhadap kondisi darurat bagi warga binaan lanjut usia.

Inovasi ini mulai diimplementasikan untuk mempercepat penanganan situasi darurat, mempermudah monitoring, serta meminimalisir risiko keterlambatan dalam memberikan pertolongan kepada warga binaan lansia, sekaligus memperkuat pelayanan Lapas Pangkalpinang yang profesional dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.

Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyampaikan apresiasi atas hadirnya inovasi tersebut sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan yang berorientasi pada nilai kemanusiaan.

"Kami menyambut baik inovasi ini sebagai wujud kepedulian terhadap warga binaan lansia yang rentan, sehingga percepatan penanganan menjadi penting untuk menjaga keselamatan serta kualitas pelayanan," ujar Sugeng, Selasa (5/5/2026).

Melalui inovasi ini, Lapas Pangkalpinang berharap dapat meningkatkan kinerja petugas sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi warga binaan lansia

"Upaya ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mewujudkan pelayanan Pemasyarakatan yang profesional, responsif, berintegritas, modern, dan akuntabel serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan," jelasnya.

Lebih lanjut Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Pangkalpinang, Andri Febrianto mengatakan inovasi ini sangat membantu petugas dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan respon di lapangan.

"Dengan adanya panic button, koordinasi antar petugas menjadi lebih efektif sehingga penanganan kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat," ucap Andri. 

Sementara itu Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lapas Pangkalpinang, Sulaiman, selaku penggagas inovasi, mengatakan program ini merupakan bagian dari tugas aktualisasi dalam pelatihan dasar CPNS.

"Melalui inovasi ini, kami berupaya menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar, khususnya dalam meningkatkan respon cepat terhadap kondisi darurat Warga Binaan lansia," ucap Sulaiman. 

Sulaiman mengungkapkan keberadaan warga binaan lansia di Lapas Pangkalpinang, menunjukkan kebutuhan khusus dalam pelayanan dan pengawasan.

Namun, respon terhadap kondisi darurat masih belum optimal akibat keterbatasan sistem peringatan dini, sarana prasarana, serta kesiapsiagaan dan koordinasi petugas.

"Semoga inovasi ini dapat memberikan rasa aman serta perlindungan yang lebih baik, selama warga binaan lansia menjalani masa pembinaan," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved