Bangka Pos Hari Ini
Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG, Dapur Air Saga di Belitung Disetop Sementara
Puluhan siswa SD di Tanjungpandan mengalami mual dan muntah usai konsumsi MBG. Operasional SPPG Air Saga diusulkan disetop sementara ...
BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Saga di Kabupaten Belitung diusulkan untuk dihentikan sementara menyusul insiden puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Tanjungpandan yang mengalami mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Belitung, Enggit Clara, mengatakan langkah penghentian sementara dilakukan sambil menunggu hasil uji sampel makanan dan minuman yang dikonsumsi para siswa.
“Kami laporkan dapur ini untuk disuspend sampai hasil uji sampelnya keluar,” ujar Enggit, Selasa (5/5).
Meski demikian, Enggit menegaskan pihaknya belum dapat memastikan penyebab utama kejadian tersebut. Dugaan sementara mengarah pada susu kedelai atau air tahu yang menjadi bagian dari menu MBG pada Senin (4/5).
“Kita belum bisa memastikan, tapi dari hasil konfirmasi dengan murid dan pihak sekolah, memang diduga dari susu kedelai. Ini juga baru pertama kali terjadi di Belitung,” katanya.
Berdasarkan informasi,minuman tersebut diproduksi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bekerja sama dengan mitra SPPG. Enggit menyebut, dalam kerja sama tersebut seharusnya terdapat sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi, mulai dari legalitas usaha, sertifikasi halal, hingga izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Selain itu, standar kemasan produk juga telah diatur. Namun, pada kejadian tersebut, susu kedelai yang dibagikan kepada siswa dikemas menggunakan plastik bening yang diikat karet dan dilengkapi sedotan.
“Memang ada syarat yang harus dipenuhi sebelum kerja sama. Kami masih melakukan pengecekan, termasuk terhadap UMKMnya,” ujar Enggit.
Rapat Evaluasi
Sementara itu, Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menyatakan pemerintah daerah sepakat menghentikan sementara operasional SPPG Air Saga. Keputusan tersebut diambil setelah rapat evaluasi yang melibatkan Wakil Bupati Syamsir, pihak SPPG, mitra, produsen, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Masalah MBG tadi sudah kita bahas bersama untuk memaparkan kronologis kejadian, sehingga ada beberapa anak kita yang diduga mengalami keracunan,” kata Djoni.
Dalam rapat tersebut, pihak produsen susu kedelai juga dihadirkan dan telah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi. Djoni menegaskan, evaluasi di lakukan tanpa saling menyalahkan, melainkan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Ia menyebutkan, hasil uji laboratorium masih dalam proses sehingga penyebab pasti belum dapat ditentukan. Namun, indikasi awal memang mengarah pada minuman susu kedelai.
“Memang hasil lab belum menunjukkan di titik mana kesalahannya. Tapi indikasi sementara mengarah ke susu kedelai,” ujarnya.
Meski demikian, Djoni menegaskan kemungkinan lain masih terbuka, termasuk faktor kondisi tubuh siswa, penanganan produk, hingga cara konsumsi.
“Jumlah yang terdampak hanya puluhan dari sekitar 2.000 porsi yang dibagikan. Jadi masih banyak kemungkinan, termasuk cara penanganan atau konsumsi,” jelasnya.
| 10 Jam Terjebak di Gerbong Hancur, Kisah Endang Selamat dari Tabrakan KA Argo Bromo-KRL |
|
|---|
| Lampu Hijau Berujung Petaka, Truk Pupuk Tabrak Motor di Pangkalpinang, 3 Orang Meninggal |
|
|---|
| Kompak Pangkas Mobil Dinas, Bupati dan Wali Kota Siasati Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi |
|
|---|
| Kisah Guru Honorer Gowes 6 Km Berbuah Manis, Abdul Azis Dapat Motor dari Donasi |
|
|---|
| Harga LPG Nonsubsidi Melonjak, Warga Babel Berpotensi Beralih ke 'Gas Melon' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260506-Bangka-Pos-Hari-Ini-Rabu-060520261.jpg)