Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

BBM Non Subsidi Naik Lagi, Layanan Bus Sekolah Gratis di Bangka Selatan akan Terkena Imbas

Kenaikan harga BBM non subsidi mempengaruhi biaya operasional transportasi sekolah, terutama armada yang menggunakan bahan bakar Dexlite

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi kembali memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan layanan transportasi pendidikan di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung.

Pemerintah daerah mulai menghitung dampak kenaikan harga dexlite terhadap operasional bus sekolah gratis yang selama ini menjadi penunjang akses pendidikan bagi pelajar di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut dinilai dapat mempengaruhi biaya operasional transportasi sekolah, terutama bagi armada yang menggunakan bahan bakar Dexlite.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, mengatakan kenaikan harga BBM memang akan berdampak terhadap berbagai program pemerintah daerah, termasuk sektor pendidikan.

Layanan bus sekolah gratis menjadi program yang paling berpotensi terkena imbas akibat naiknya harga dexlite. Kondisi tersebut harus segera diantisipasi agar akses pendidikan siswa tidak terganggu.

“Kita ketahui memang ada kenaikan harga BBM. Tentunya akan berpengaruh terhadap apa yang dilakukan oleh pemerintah daerah, terutama dalam akses pendidikan,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Kamis (7/5/2026).

Anshori menjelaskan bus sekolah gratis selama ini sangat membantu pelajar yang tinggal jauh dari sekolah, terutama di wilayah yang minim angkutan umum. Namun kenaikan harga bahan bakar dinilai akan menambah beban biaya operasional armada sekolah. Karena itu, pihaknya mulai melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan untuk membahas langkah antisipasi yang dapat dilakukan bersama.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin kenaikan harga BBM membuat siswa kesulitan menjangkau sekolah. Dinas mulai menyiapkan berbagai alternatif solusi bersama pihak sekolah dan orangtua murid. Selain itu, pihaknya akan melibatkan komite sekolah dalam menentukan langkah terbaik menghadapi situasi tersebut. 

Koordinasi dilakukan agar seluruh pihak dapat memahami kondisi yang dihadapi pemerintah daerah terkait peningkatan biaya operasional transportasi pendidikan. Komunikasi bersama orang tua siswa sangat penting agar pelayanan pendidikan tetap berjalan maksimal meski ada tekanan biaya akibat kenaikan BBM.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan komite dan orang tua serta pihak sekolah untuk mencari langkah-langkah yang harus kita lakukan,” jelas Anshori.

Meski begitu, kenaikan BBM non subsidi memang tidak terlalu dirasakan sebagian besar masyarakat pengguna kendaraan pribadi karena banyak yang menggunakan bahan bakar selain Dexlite.

Namun kondisi berbeda terjadi pada operasional bus sekolah yang mayoritas menggunakan Dexlite sebagai bahan bakar utama. Kenaikan harga Dexlite dinilai cukup signifikan sehingga dapat berdampak langsung terhadap kebutuhan anggaran transportasi sekolah gratis.

Pemerintah daerah saat ini juga mulai menjajaki komunikasi dengan pihak SPBU serta instansi terkait lainnya untuk mencari kemungkinan solusi yang dapat membantu operasional layanan transportasi pendidikan.

Koordinasi tersebut tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi juga melibatkan pemerintah provinsi hingga kementerian terkait. Langkah itu dilakukan agar program layanan pendidikan tetap dapat berjalan tanpa membebani masyarakat secara berlebihan.

“Untuk beberapa solusi sudah kita sampaikan, nantinya kita akan bersama-sama berkomunikasi dengan SPBU dan instansi terkait,” ucapnya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved