Berita Bangka Barat
Parittiga Bangun Puluhan Jamban Gratis Demi Wujudkan Stop BAB Sembarangan
Pemerintah Kecamatan Parittiga, Bangka Barat, mulai merealisasikan pembangunan puluhan jamban gratis bagi warga kurang mampu...
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Kecamatan Parittiga mulai merealisasikan program pembangunan puluhan jamban gratis bagi warga setempat.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya nyata untuk mewujudkan status Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan di wilayah tersebut.
Program ini menyasar keluarga kurang mampu yang selama ini belum memiliki fasilitas sanitasi layak di rumahnya.
Sanitasi yang buruk selama ini dianggap sebagai salah satu faktor pemicu pencemaran lingkungan dan masalah kesehatan seperti diare hingga stunting.
Camat Parittiga, Adhian Zulhajjany Elpurba mengatakan bahwa pihaknya selalu melakukan rakor (rapat koordinasi) dengan puskesmas-puskesmas untuk sosialisasi dan membiasakan masyarakat untuk Buang Air Besar (BAB) pada tempatnya di jamban.
Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan pihak swasta melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan.
“Dalam hal ini sudah terjadi komunikasi atau kolaborasi dengan PT Aega Prima selaku perusahaan tambang yang melakukan produksi di wilayah Parittiga,” kata Adhian, Senin (11/5/2026).
Dia menyebut, melalui program PPM perusahaan itu, pihaknya telah bekerja sama untuk membangun jamban-jamban sehat bagi masyarakat.
“Di tahun kemarin itu dibangun di wilayah Desa Cupat sebanyak 56 jamban dan di wilayah Teluk Limau sebanyak 20-an jamban,” jelasnya.
Sedangkan untuk tahun ini, jamban-jamban sehat tersebut diajukan untuk dibangun di Desa Kelabat dan Desa Puput dengan jumlah sebanyak 50-an jamban.
“Alhamdulillah sudah di acc (diterima-red), tinggal pelaksanaannya yang akan dilaksanakan oleh PT Aega Prima tersebut,” sambungnya.
Lebih lanjut, di Kecamatan Parittiga sebagian besar sudah mewujudkan Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan.
Kendati demikian, ada beberapa desa yang belum masuk dalam status ODF tersebut yakni Desa Kelabat dan Desa Puput.
“InsyahAllah akan kita atasi, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melalui puskesmas yang ada di wilayah kecamatan. InsyahAllah akan kita tuntaskan dalam waktu secepatnya,” imbuhnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)
| Kerap Terkena Banjir, Kawasan Simpang Garasi Parittiga Diusulkan Bakal Dibangun Kolong Retensi |
|
|---|
| Setelah Diprotes Warga, Kompensasi Tiga KIP di Desa Cupat Akhirnya Dibayar Juga |
|
|---|
| Kisah Tusiyah Mengubah Nasib Lewat UMi BRI, Jadi Tukang Urut hingga Pengusaha Bakso, |
|
|---|
| Kabar Tambang Tembelok-Keranggan Beroperasi Lagi, Polres Babar Ingatkan Masyarakat Tak Mudah Percaya |
|
|---|
| Polres Babar Sikat Tambang Ilegal di Tembelok dan Keranggan, 6 Ponton dan 19 Orang Diamankan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260511-Camat-Parittiga-Adhian-Zulhajjany-Elpurba.jpg)