Berita Bangka Belitung
Pemburu Madu di Babel Ingatkan Maraknya Madu Campuran di Pasaran, inI Ciri Madu Asli dan Palsu
Peredaran madu yang diduga dicampur gula, air, dan bahan tambahan lain masih marak ditemukan di Bangka Belitung. Pemburu ...
Penulis: Erlangga | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Peredaran madu yang diduga telah dicampur air, gula, maupun bahan tambahan lain masih marak ditemukan di pasaran di Bangka Belitung. Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta lebih teliti sebelum membeli madu agar tidak tertipu produk yang tidak murni.
Pemburu madu asal Bangka, Nordin, mengatakan madu asli memiliki daya tahan alami yang sangat lama dan tetap layak dikonsumsi meski disimpan bertahun-tahun selama tidak tercampur bahan lain.
“Kalau madu asli, 10 tahun sampai 15 tahun pun masih bagus. Selama tidak ada campuran, rasanya tetap seperti baru dipanen,” ujar Nordin kepada Bangkapos.com, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, madu murni tidak mudah rusak karena memiliki sifat alami yang membuat mikroorganisme sulit berkembang. Meski warna madu berubah menjadi lebih gelap seiring waktu, rasa dan kualitasnya tetap terjaga.
“Saya pernah menyimpan madu dua tahun di kulkas dan empat tahun di suhu ruangan. Kalau disimpan lama, warnanya memang lebih gelap, tetapi rasa dan kualitasnya tetap baik,” katanya.
Nordin menjelaskan, salah satu cara sederhana mengenali madu asli adalah dengan menyimpannya di lemari pendingin. Madu murni tidak akan membeku seperti air, melainkan hanya mengental dan membentuk kristal pada bagian tertentu.
“Kalau madu asli tidak membeku seperti es. Paling hanya mengental dan di bagian pinggir botol terlihat seperti kristal. Itu normal,” ujarnya.
Selain itu, madu asli memiliki rasa yang lebih natural dan berbeda-beda tergantung sumber nektar yang dikumpulkan lebah.
“Kalau madu asli rasanya alami. Ada yang manis, ada yang pahit, tergantung bunga yang dihisap lebah,” katanya.
Menurut Nordin, madu pelawan menjadi salah satu jenis madu yang paling khas. Rasa pahit yang kuat justru menjadi ciri utama yang banyak dicari konsumen.
“Kalau madu pelawan memang pahit, tetapi setelah minum air putih pahitnya hilang dan terasa segar,” ujarnya.
Sementara itu, pemilik Juragan Madu Bangka, Widi Prayogo, mengatakan peredaran madu yang diduga tidak murni masih cukup banyak ditemukan di pasar salah satunya di kota Pangkalpinang.
“Sejauh yang saya lihat selama belasan tahun ini, masih cukup banyak madu yang diduga tidak asli. Ada yang dicampur gula, gula aren, air, dan bahan lainnya,” kata Widi.
Ia menuturkan madu yang tidak murni umumnya memiliki rasa dan aroma yang seragam, meskipun warna produknya dibuat berbeda.
“Kalau madu palsu, rasa dan aroma akhirnya selalu sama di setiap lapak. Padahal madu asli itu rasanya tidak pernah sama karena tergantung musim dan jenis bunga,” ujarnya.
| Tunas Honda Babel Gelar Final Apprentice Program, Dorong Mahasiswa Kembangkan UMKM |
|
|---|
| Komnas Perempuan Nilai Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Babel Masih Tinggi |
|
|---|
| Kapolda Babel Minta Personel Jadi Teladan, Tegaskan Tak Ada Toleransi Narkoba |
|
|---|
| 14 Pejabat Pemprov Babel Dilantik, Pj Sekda Babel Minta Jalankan Prinsip Efesiensi |
|
|---|
| 70 Anak di Bangka Jalani Transfusi Seumur Hidup, Derita Thalasemia, Kenali Gejala dan Penyebabnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260512-MADU-DESA-GUDANG-NordinPemburu-madumenunjukkan-madu-2.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20260512-MADU-DESA-GUDANG-NordinPemburu-madumenunjukkan-madu-di-Desa-Gudang.jpg)