Jumat, 15 Mei 2026

Berita Bangka Barat

DKPP Bangka Barat Ingatkan Peternak Waspadai Penyakit LSD pada Ternak Muda

Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) dinilai lebih rentan menyerang hewan ternak usia muda. Meski tingkat kematiannya rendah...

Tayang:
Bangkapos.com/Cepi Marlianto/Cepi Marlianto
Ilustrasi hewan ternak sapi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Lumpy Skin Disease atau LSD menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai peternak menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Penyakit yang menyerang hewan ternak seperti sapi tersebut dinilai lebih dominan menyerang ternak berusia muda karena memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Barat, Agung Ari Wibowo, mengatakan, tingkat kematian akibat LSD sebenarnya relatif kecil jika dibandingkan dengan Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK.

“Tingkat kematiannya sebenarnya kecil dibandingkan dengan PMK,” kata Agung, Kamis (14/5/2026).

Dia menyebut, tingkat mortalitas tersebut tergantung dengan kondisi daya tahan tubuh dari hewan ternak itu sendiri.

“Untuk yang muda, sapi-sapi itu biasanya itu lebih rentan karena daya tahan tubuhnya masih lemah,” jelasnya.

Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bangka Barat, Agung Ari Wibowo.
Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bangka Barat, Agung Ari Wibowo. ((Bangkapos/Arya Bima Mahendra)/Arya Bima Mahendra)

Oleh karena itu, dirinya berharap para peternah dapat memperhatikan langkah-langkah pencegahan supaya ternak mereka tidak terjangkit LSD.

Berbagai upaya yang perlu dilakukan seperti menjaga kebersihan kandang dengan rutin membersihkan kotoran sehingga tidak mudah mengundang lalat.

Lalu, membatasi orang yang keluar masuk kandang sehingga tidak membawa virus LSD tersebut dari luar ke dalam kabdang.

Selain itu, peternak juga haru rutin melakukan langkah pengendalian vektor atau serangga penghisap darah seperti nyamuk/lalat yang dapat menularkan penyakit tersebut ke ternak lain dengan cara rutib menyemprotkan insektisida.

“Kami juga terus memberikan edukasi kepada para peternak sebagai langkah pencegahan dari penyakit LSD ini,” ungkapnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved