Selasa, 19 Mei 2026

Berita Bangka Barat

Peternak Bangka Barat Mulai Lirik Sapi Limosin, Dinilai Lebih Menguntungkan

Sapi limosin mulai diminati peternak di Bangka Barat karena memiliki bobot besar dan rasio daging lebih tinggi, meski membutuhkan ..

Tayang:
(Bangkapos/Arya Bima Mahendra)/Arya Bima Mahendra
SAPI LIMOSIN — Sapi ras jenis limosin di kandang milik salah satu peternak di Kabupaten Bangka Barat. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.CON, BANGKA -- Sapi limosin kini mulai banyak diternak oleh para peternak di Kabupaten Bangka Barat karena dinilai memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dibanding sapi lokal.

Jenis sapi ras ini dianggap menjanjikan keuntungan lebih besar berkat bobot tubuh yang besar serta rasio daging yang lebih tinggi. Namun demikian, peternak juga dihadapkan pada tantangan perawatan dan biaya pemeliharaan yang lebih besar.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bangka Barat, Agung Ari Wibowo mengatakan bahwa sapi-sapi ras seperti limosin merupakan jenis sapi yang mampu mencapai bobot di atas 1 ton bahkan lebih.

“Dengan bobot yang lebih tinggi, otomatis porsi dagingnya juga besar,” kata Agung, Selasa (19/5/2026).

Dari total bobot hidup, rasio daging pada sapi limosin rata-rata mencapai 40 persen. Sedangkan, pada sapi-sapi lokal, rasio dagingnya sekitar 30 persen dari total bobot hidup keseluruhan.

Kendati demikian, Agung menyebut secara kualitas daging, sapi limosin dan sapi lokal tidak jauh berbeda.

“Kalau kualitas daging, seperti seratnya itu kembali kepada selera masing-masing,” jelasnya.

Menurutnya, faktor yang paling utama terhadap tingginya harga sapi limosin adalah berat yang besar dan rasio daging yang tinggi dari bobot hidup keseluruhan.

Oleah karena itu, Agung menyebut bahwa saat ini peternakan dan penggemukan sapi limosin mulai menunjukan tren ke arah.

“Trennya mulai ke arah sana, karena nilai ekonomisnya lebih tinggi. Cuma memang untuk sapi-sapi ras seperti limosin ini untuk pemeliharaan yang lebih ekstra,” ungkapnya.

Adapun salah satu tantangan dalam memelihara sapi limosin tersebut yakni kebutuhan konsentrat untuk pakan yang lebih banyak ketimbang sapi lokal.

“Kalau sapi-sapi lokal, konsentra ini diberikan alakadarnya, jadi lebih banyak rumput. Tapi kalau sapi-sapi ras ini lebih banyak konsentratnya dibanding rumput, karena tujuannya memang untuk penggemukan,” ujarnya.
 
Agung menyebut, keunggulan sapi-sapi ras, termasuk limosin ada pada segi genetik. Oleh karena itu, jika diberi pakan yang bagus, maka proses penggemukannya juga bagus.

“Antara sapi ras dan sapi lokal kalau diberi pakan yang sama, kualitasnya sama, untuk pertumbuhan bobot hariannya itu beda,” jelasnya.

Kata dia, sapi limosin dapat bertambah bobotnya 1-2 kilogram per hari. Sedangkan sapi-sapi lokal terkandang tak sampai 1 kilogram per hari.

“Itulah salah satu keunggulannya, yakni dari kualitas genetiknya,” sambungnya.

Selain itu, tantangan bagi peternak yang ingib memelihara sapi limosin adalah dari segi modal yang tentu lebih besar dibanding modal untuk membeli sapi lokal.

“Tentu dari segi modal juga yang lebih besar untuk tujuan penggemukan,” imbuhnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved